LARANGAN DUDUK BERSANDAR DENGAN TANGAN KIRI

0
28
- Advertisement -

Hikmah Abdul Hamid Husain 

PINISI.co.id- Jadikanlah semua aktivitas keseharian kita sebagai sumber pahala. Salah satunya adalah mengikuti Sunnah Nabi SAW dalam cara duduk. Nabi SAW mencontohkan duduk dengan bersandar pada kedua tangan, kiri dan kanan, sebagai penopang badan. Inilah gaya duduk yang bernilai pahala.

Sebaliknya, jangan duduk dengan bertopang hanya pada tangan kiri saja, tanpa menggunakan tangan kanan. Gaya duduk seperti ini dimurkai Allaah SWT.

Imam Syarid bin Suwaid RA menuturkan:

عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَرَّ بِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَنَا جَالِسٌ هَكَذَا وَقَدْ وَضَعْتُ يَدِىَ الْيُسْرَى خَلْفَ ظَهْرِى وَاتَّكَأْتُ عَلَى أَلْيَةِ يَدِى فَقَالَ : «أَتَقْعُدُ قِعْدَةَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ »
(رواه أحمد وأبو داود)

Artinya:
“Rasuulullaah SAW melewati aku saat aku sedang duduk dengan posisi tangan kiri berada di belakang menopang punggungku, dan aku bersandar pada jempol tanganku. Beliau lalu berkata: ‘Apakah engkau duduk dengan cara duduknya al-maghḍūb ‘alaihim (orang-orang yang dimurkai Allaah)?’”
(Hadits sahih riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud no. 4848)

1. Jadikan gerak-gerik kita sebagai sumber pahala. Termasuk cara duduk yang benar sesuai Sunnah Rasul, yaitu bersandar pada kedua tangan dari belakang. Jangan bertumpu pada satu tangan kiri saja.

2. Penjelasan Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah: “Duduk dengan bersandar pada tangan kiri saja adalah gaya duduk orang yang dimurkai Allaah.

Jika meletakkan kedua tangan, kiri dan kanan, di belakang badan lalu bersandar pada keduanya, maka hal itu dibolehkan. Karena berbeda dengan orang yang dimurkai yang hanya bersandar pada satu tangan kiri.” (Syarah Riyadhus Shalihin)

3. Segala sendi kehidupan diatur dalam Islam, termasuk cara duduk. Allaah SWT membuat aturan bukan untuk memberatkan hamba-Nya, tetapi untuk kebaikan mereka. Hanya saja, tidak semua aturan Allaah dapat dinalar secara logika.
Rasuulullaah SAW mengabarkan bahwa Allaah murka kepada hamba yang duduk bertumpu pada tangan kiri yang ditegakkan di belakang badan.

Mari kita membaca doa yang diajarkan Rasuulullaah SAW:

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
Allahumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.

“Ya Allah, bimbinglah kami agar selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan sebaik-baiknya.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here