PINISI.co.id- Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar melakukan audiensi dengan Spotify untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri digital dalam mendorong kemajuan sektor musik nasional.
Wamen Ekraf menjelaskan, pemerintah berperan sebagai penghubung antar pelaku industri baik dalam membuka peluang promosi maupun menyelesaikan beragam hambatan. Karena itu, pertemuan dengan Spotify sebagai salah satu platform streaming musik terbesar di dunia ini menjadi langkah strategis.
“Kami mengapresiasi peran platform digital seperti Spotify yang tidak hanya menjadi sarana distribusi musik, tetapi juga mendukung promosi artis melalui fitur kreatif, konten video pendek, hingga program pelatihan dan masterclass bagi musisi Indonesia,” jelasnya di Autograph Tower, Jakarta, Jumat (13/2).
Melalui audiensi, kata dia, menjadi ruang dialog untuk menyampaikan arah kebijakan dan prioritas pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam memperkuat ekosistem musik Indonesia. Pertemuan ini juga membuka kesempatan kolaborasi yang dapat memperkuat posisi musisi lokal dan meningkatkan daya saing konten kreatif Indonesia di pasar global.
Diketahui, selama lebih dari satu dekade, layanan streaming mengubah lanskap industri musik secara signifikan. Peralihan dari pembajakan menuju layanan legal berlangganan mendorong pertumbuhan pendengar berbayar dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi para kreator.
Spotify mencatat pada tahun 2025 perusahaan telah membayarkan lebih dari 11 miliar dolar Amerika Serikat dalam bentuk royalti kepada pemegang hak musik secara global. Namun, sistem pembayaran tersebut masih menghadapi tantangan kompleks karena bergantung pada metadata, basis data lintas wilayah, serta proses lisensi yang berbeda-beda di setiap negara.
Kompleksitas ini berpotensi menimbulkan keterlambatan pembayaran, mengurangi visibilitas hak cipta, bahkan dalam beberapa kasus menghambat pendapatan yang seharusnya diterima para kreator. Karena itu, pembenahan sistem yang lebih rapi dan transparan menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Imad Mesdoua selaku Regional Director for Government Affair MEA & JAPAC Spotify, menyampaikan komitmen perusahaan untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Indonesia. Spotify juga memaparkan _roadmap_ kebijakan dengan fokus memperbesar pendapatan industri musik secara keseluruhan (_grow the pie_) serta memperbaiki aliran pembayaran royalti agar lebih efisien dan transparan (_fix the pipes_), sehingga hak para pencipta terlindungi secara optimal.
“Spotify ingin menjadi mitra pemerintah dan pemegang hak musik untuk memperkuat sektor musik sekaligus meningkatkan transparansi. Kami melaporkan secara terbuka jumlah royalti yang dibayarkan dan menunjukkan bagaimana artis dapat berkembang melalui platform kami,” tuturnya. (Syam)













