Tidak Semua Orang Mendapatkan Ramadhan

0
51
- Advertisement -

Hikmah Abdul Hamid Husain

Ramadhan kini telah tiba. Ramadhan adalah anugerah besar yang tidak semua orang berbahagia mengalaminya. Karena itu, tingkatkanlah kualitas seluruh ibadah selama bulan suci ini. Pahalanya dilipatgandakan, dan tidak semua hamba diberi kesempatan untuk kembali menjumpai Ramadhan.

Kerinduan Penghuni Kubur Akan Ramadhan

Mereka yang telah meninggal dan berada di alam kubur sangat mendambakan agar dapat kembali merasakan Ramadhan, walau hanya sehari saja.
تالله لو قيل لأه‍ل القبور تمنوا لتمنوا يوما من رمضان .
(من كلمات الامام ابن الجوزى)

“Demi Allaah, seandainya para penghuni kubur ditanya: ‘Apa yang paling mereka inginkan?’ niscaya mereka akan menjawab: ‘Kami ingin kembali merasakan satu hari saja di bulan Ramadhan.’”
(Al-Imam Ibnul Jauzi, At-Tabshirah, 2/78)

Jangan Hanya Perut yang Berpuasa

Bukan hanya perut yang harus berpuasa, tetapi juga pendengaran, penglihatan, dan lisan.

Sahabat Jabir bin Abdillah RA menuturkan:
إذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُك وَبَصَرُك وَلِسَانُك عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ، ولْيَكُنْ عَلَيْك وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً.

“Apabila engkau berpuasa, maka berpuasalah pula pendengaran, penglihatan, dan lisanmu dari dusta serta berbagai kemungkaran.

Tinggalkan perbuatan zalim terhadap pekerja, pegawai, pembantu, dan pelayanmu. Hendaklah engkau bersikap tenang, damai, dan penuh kewibawaan pada hari puasamu. Janganlah engkau menjadikan hari berpuasamu sama dengan hari ketika engkau tidak berpuasa.” (Mushannaf Ibni Abi Syaibah, no. 8973)

1. Banyak yang Telah Mendahului Kita

Betapa banyak orang yang dahulu masih bersama kita, kini telah tiada: kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, adik, saudara, sahabat, dan rekan kerja. Dulu mereka berpuasa bersama kita, berbuka di satu meja, bahkan merencanakan, “Ramadhan tahun depan harus lebih baik.” Mereka merasa ajal masih jauh. Namun kini, mereka telah berbaring di pusara masing-masing.

2. Kematian Bisa Datang Tanpa Tanda

Kematian dapat datang lebih cepat dari yang kita duga, bahkan secara tiba-tiba, tanpa notifikasi dan tanpa peringatan.

Rasuulullaah SAW bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : مِنِ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ يُرَى الْهِلالُ قِبَلا ، فَيُقَالُ : لِلَيْلَتَيْنِ ، وَأَنْ تُتَّخَذَ الْمَسَاجِدَ طُرُقًا ، وَأَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفُجَاءَةِ.
(رواه الطبرانى)

“Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah terlihatnya hilal dengan sangat jelas sehingga dikatakan ‘ini sudah malam kedua’, masjid-masjid dijadikan sebagai jalan lalu-lalang, dan merebaknya kematian secara mendadak.” (Hadits sahih riwayat Ath-Thabrani)

3. Ramadhan Adalah Nikmat yang Luar Biasa

Kini, kita yang masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan, ini bukanlah kebetulan, melainkan nikmat yang sangat besar. Jangan biarkan Ramadhan berlalu sekadar menjadi rutinitas tahunan. Jangan hanya mengubah jam makan, tetapi hati tetap sama. Jangan hanya semangat di awal, lalu kendor di tengah.

Waktu yang kita anggap biasa ini adalah impian jutaan ruh di alam barzakh. Jika mereka diberi satu permintaan, mereka hanya ingin kembali ke dunia walau satu hari saja di bulan Ramadhan untuk beramal. Satu hari Ramadhan yang mungkin kita sia-siakan, adalah wishlist terbesar bagi mereka yang tak lagi memiliki kesempatan.

Semoga Ramadhan kali ini tidak sekadar lewat, tetapi benar-benar kita maksimalkan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Penutup

Mari kita panjatkan doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW:
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

(Allaahumma a‘innaa ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatika)
Artinya:

“Ya Allah, bimbinglah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here