PINISI.co.id- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai nasional dalam kondisi aman dan surplus menghadai bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian ini merupakan hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di sentra-sentra utama, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.
Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa pemerintah hadir secara aktif dalam memastikan ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat. Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran Kementan juga melakukan pemantauan langsung di lapangan.
“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik,” kata Taufiq dalam keterangannya pada Rabu (18/2/2026).
Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai berada dalam posisi surplus. Untuk komoditas cabai rawit, diproyeksikan surplus sekitar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan meningkat menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026. Sementara itu, cabai besar juga mencatat surplus masing-masing 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Kondisi ini mencerminkan ketahanan pasokan nasional yang cukup kuat dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Produksi cabai nasional pada periode Februari–Maret 2026 tersebut ditopang oleh luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa. Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, melaporkan bahwa dari hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, serta Lombok Timur, menunjukkan bahwa pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga hari raya Idulfitri,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipatif dan tindak lanjut, Kementan telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah sentra, Badan Pangan Nasional, asosiasi petani, serta champion cabai. Koordinasi difokuskan pada penguatan produksi, kelancaran distribusi antarwilayah, serta sosialisasi Harga Acuan Produsen (HAP) sebagai instrumen stabilisasi harga.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, para champion cabai dan mitra yg bernaung di Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) telah berkomitmen melaksanakan gelar pasar cabai dengan harga jauh lebih murah dari tingkat eceran pasar di wilayah sentra masing-masing. Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen sekaligus memastikan petani tetap memperoleh harga yang adil.
“Kami para champion cabai di berbagai sentra produksi berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produksi. Namun di sisi lain, harga di tingkat petani juga harus memberikan margin yang layak agar usaha tani tetap berkelanjutan. Harga yang wajar bukan hanya melindungi petani, tetapi juga menjamin keberlanjutan pasokan nasional,” jelas Ardi yang merupakan Ketua ACCI.
Ia menerangkan bahwa aksi champion dalam menghadirkan cabai harga petani telah terlaksana sepekan ini secara serentak, antara lain di Kabupaten Banjarnegara, Sleman, Magelang, Semarang, Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Enrekang, dan bahkan Lombok Timur.
Dalam gelar pasar tersebut, cabai dijual dengan harga lebih terjangkau. Untuk cabai rawit merah dijual dengan harga Rp50.000 per kilogram, di bawah HAP Rp57.000 per kilogram. Harga cabai rawit merah di tingkat pasar ini dilaporkan sudah mengalami penurunan setelah sempat bergejolak hingga Rp90 ribu per kilogram di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ). Untuk itu, gerakan aksi akan makin digencarkan dan dikuti oleh champion di sentra lainnya termasuk di Jakarta.
Dengan kondisi ketersediaan yang aman dan neraca pangan yang positif, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah menjamin pasokan aneka cabai nasional aman, cukup, dan terjaga sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. (Lif)













