Kolom Bachtiar Adnan Kusuma
Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros
Tulisan singkat ini merekam perjalanan sebuah kisah tentang mimpi, kerja keras, dan harapan yang disatukan oleh semangat kebersamaan. Sebagai arsitek utama dalam tulisan ini, A. S. Chaidir Syam menjadi saksi sejarah bagi perjalanan daerahnya, memimpin Kabupaten Maros bersama Andi Muetazim Mansyur, pada hari Jumat genap berusia satu tahun Memimpin Maros pasca dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Maros, pada 20 Februari 2025 lalu di Monumen Nasional, Jakarta Pusat oleh Presiden Prabowo Subianto.
Diandaikan bahwa Maros Sejuk menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi tentang siapa yang tumbuh dan bahagia karenanya. Meskipun baru setahun masa kepemimpinan Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur, tetapi mereka berdua bersama OPD dan perangkat kerja Pemerintahan Kabupaten Maros telah menorehkan sejumlah capaian yang patut disyukuri. Dalam waktu yang terbilang singkat, berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil nyata — dari peningkatan pelayanan publik, kemajuan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi rakyat. Semua itu lahir dari kerja keras, komitmen, dan visi besar untuk menjadikan Maros lebih sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan. Ini menjadi bukti bahwa dengan niat tulus yang kuat, perubahan bukan sekadar janji, tetapi kenyataan yang mulai dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat.
Pada awal Januari 2025, Chaidir Syam menerima piagam penghargaan kategori Sangat Baik atas kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan percepatan pelaksanaan berusaha pemerintah daerah tahun 2024. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM di Jakarta.
Kemudian pada 18 Januari 2025, Maros memperoleh piagam penghargaan dari Panitia Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah atas partisipasi serta kerja sama dalam pelaksanaan pengukuhan dan pelantikan pengurus DPC Maros, Makassar, dan Sinjai. Dan pada 28 April 2025, Maros kembali menerima piagam penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku atas komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menuju Universal Coverage Jamsostek. Adapun pada 8 Mei 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi RI melalui Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemkab Maros sebagai pemerintah daerah dengan nilai MCSP 2024 kategori Terjaga, bertempat di Jakarta.
Selanjutnya pada 5 Juni 2025 di Makassar, BPK RI memberikan piagam Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13 kepada Kabupaten Maros. Pada bulan ini pula, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menetapkan Kabupaten Maros sebagai peringkat kedua Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dengan skor 3,43, menjadikan Maros sebagai salah satu kabupaten/kota maju di Sulawesi Selatan. Selang kemudian, 26 Juni 2025, Gubernur Sulawesi Selatan menyerahkan piagam Paritrana Award 2024 tingkat provinsi kepada Kabupaten Maros. Seterusnya 27 Juli 2025, Kabupaten Maros menerima piagam penghargaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlangsung di Baruga Asta Cita Rujab Gubernur. Dua hari berselang, 29 Juli 2025, Green Leadership Forum (Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Ekologis) memberikan piagam penghargaan khusus atas penerapan Ecological Fiscal Transfer (EFT) dan IAD berbasis perhutanan sosial di Makassar.
Sementara di bulan kemerdekaan, Kabupaten Maros terpilih sebagai satu-satunya nominator dari Indonesia Timur penerima TPAKD Award 2025, yang diberikan oleh OJK dalam bentuk piagam penghargaan. Dua hari setelah perayaan Kemerdekan RI, 19 Agustus 2025 di Makassar, Maros meraih peringkat pertama Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Masih pada tanggal yang sama, Kabupaten Maros juga meraih peringkat kedua kategori berkinerja baik dalam konvergensi percepatan penurunan stunting, peringkat kedua kategori penyelenggaraan penataan ruang tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Lalu 22 Agustus 2025, Maros lagi-lagi memperoleh Financial Literacy Award 2025 kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik tingkat kabupaten. Penghargaan ini berupa piagam dan plakat dari OJK di Gedung Dharmapala Kementerian Keuangan RI, Jakarta Pusat.
Akan halnya, pada 28 Agustus 2025 di Jakarta, Badan Pengawasan Obat dan Makanan memberikan piagam penghargaan Terbaik II kepada Kabupaten Maros sebagai pemerintah daerah penerima Dana Alokasi Khusus Non-Fisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan TA 2024 berkinerja terbaik di Sulawesi Selatan. Dan pada hari yang sama, BAZNAS RI memberikan BAZNAS Award 2025 kepada kami sebagai kepala daerah pendukung Gerakan Zakat Indonesia, bertempat di Makassar. Dan, pada 10 September 2025 di Maros, Ketua Umum PC FGI Kabupaten Maros memberikan sertifikat penghargaan kepada Pemkab Maros atas dukungan terhadap Program Generasi Berencana dalam memperkuat partisipasi remaja menuju generasi emas.
Bagi Chaidir Syam, kepemimpinan tak sekadar tentang menduduki kursi kekuasaan, melainkan tentang seberapa jauh mampu melangkah untuk mendengar detak jantung rakyat yang dipimpinnya. Satu tahun yang lalu, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur datang membawa janji dan hari ini hadir membawa bukti nyata. Tak bisa dipungkiri bahwa pada 2025 bukanlah perjalanan mudah, namun melalui semangat “Maros Sejuk” Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur memilih untuk tidak sekadar memerintah dari balik meja, melainkan turun langsung ke lapangan, menyisir jalanan yang retak, menata ulang sungai hingga airnya dapat mengalir ke hulu tanpa hambatan dan memastikan kalau tidak ada satupun suara aspirasi di media sosial yang luput dari perhatian Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur.
Dan, Chaidir Syam, menilai setiap penghargaan yang diraihnya mulai dari Opini WTP ke-13 pengakuan sebagai Kabupaten Maju oleh BRIN hingga apresiasi atas kualitas kebijakan unggul dari LAN RI, tak sekadar pajangan dinding. Penghargaan itu, bagi Chaidir Syam adalah cermin yang memantulkan sejauhmana kerja kerasnya bersama Muetazim Mansyur dan seluruh aparat Pemerintah Kabupaten Maros yang telah menyentuh sanubari masyarakat.
Apa saja keberhasilan yang diraih Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur selama satu tahun memimpin Maros? Pertama, berhasil menurunkan angka stunting dari 32, 40 % menurunkan angka Stunting dari 32,40% di tahun 2024 menjadi 22.40 pada 2025. Kedua, membangun Rumah Sakit Camba dan Rumah Sakit dr. La-Palalloi Ketiga, meresmikan jembatan Minasa Upa Bontoa dan jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai proyek kurang lebih Rp 3,5 M. Keempat, memastikan masyarakat dapat melewati jalan beton di pelosok-pelosok seperti poros Tompobalang-Bontomatinggi, Damma-Bontosomba dan Tanete Bulu hingga perbatasan Gowa dengan nilai kurang lebih Rp 28 M. Kendati demikian, Chaidir Syam belum puas dengan semua itu, apalagi di tengah pengetatan dana transfer dari pusat melalui kebijakan efesiensi Tidak heran jika Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur masih saja terus berkarya dengan.membangun dan merehabilitasi beberapa bangunan sekolah dari tingkatan PAUD, SD hingga SMP ada sekira 68 unit dengan nilai keseluruhan kurang lebih Rp.23 M. Selain memberikan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak SD dan SMP senilai Rp. 3,92 M, sektor kesehatan Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur telah menyerahkan enam unit ambulance Puskesmas, tiga unit ambulance RSUD Camba, dua unit mobil PSC 119 berupa satu unit mobil jenazah dan satu unit ambulance di Dinas Kesehatan dengan nilai Rp. 6 M. Tujuannya untuk mendukung program unggulan pelayanan ambulance gratis Maros.
Sementara itu, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur menyerahkan 47 unit motor sebagai tahap awal untuk perawat dan bidang desa dalam mendukung Program Unggulan Penempatan Satu Perawat atau Satu Bidan setiap Desa dan Kelurahan senilai Rp 1 milyar 125 juta. Di sektor pertanian, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur juga memberikan bantuan alsintan berupa traktor roda dua 99 unit, traktor roda empat 101 unit, pompa air 36 unit, Combaine Hervester 18 unit dan power tresher 4 unit.
Pasangan Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur pada periode satu tahun memimpin Maros, juga senantiasa mendukung program Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden. “ Alhamdulillah kami telah menfasilitasi pembangunan 40 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mengelola produksi dan distribusi makan bergizi gratis (MBG) terutama melayani kurang lebih 97.000 penerima manfaat yang ada di Maros. Berikutnya menfasilitasi terbentuknya Kepengurusan koperasi Merah Putih pada 103 Desa dan Kelurahan dengan fasilitasi terbangun 31 unit dan program sekolah rakyat telah menyiapkan tiga titik lokasi sembari menunggu persetujuan Pemerintah Pusat.













