Satu Tahun Pimpin Maros, CS-TA, Turunkan Stunting, Bangun 68 Sekolah

0
36
- Advertisement -

PINISI.co.id- Apa yang menarik dari Syukuran dan Buka Puasa bersama pada Peringatan Satu Tahun Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur(CS-TA) memimpin kabupaten Maros? Selain dirayakan tepat pada Tgl 2 Ramadhan 1447 H atau Jumat, 20 Februari 2026 genap satu tahun pasca Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Maros periode 20245-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto, juga Chaidir Syam memilih hari kedua Ramadhan sebagai hari perayaan syukuran sesuai dengan nomor urut dua pasangan CS-TA (Chaidir Syam-Muetazim Mansyur).

Syukuran dan buka puasa dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Kabupaten Maros dihadiri seluruh kepala desa, lurah, camat, kepala OPD, anggota DPRD Maros dan anggota DPRD Sulsel Andi Muhammad Irfan AB bersama anggota DPRD Sulsel lainnya yang berasal dari Dapil kabupaten Maros, Ulama kharismatik Prof.Dr. K.H. Muh. Faried Wadjedy, L.c.M.A. didapuk memberi tausiah, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan seluruh pimpinan Lembaga, Badan dan Ormas Kepemudaan yang ada di Maros.

Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur tampil berdua dan bergantian menyapa para tamu yang hadir sekaligus menyampaiakan apa saja keberhasilan yang diraih selama satu tahun memimpin Maros? Pertama, Chaidir Syam menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Maros dan seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Maros yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan sangat baik serta berhasil menurunkan angka stunting Kabupaten Maros dari 32, 40 % pada 2024 menjadi 22,40 % pada 2025. Angka penurunan drastis stunting di Maros menunjukkan adanya kerja keras dan upaya berkesinambungan yang melibatkan semua pihak. Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur menyampaikan rasa syukurnya karena di usia kepemimpinannya pada tahun pertama periode kedua ini, angka-angka terus bergerak maju.

Kedua, Chaidir Syam menyampaikan kalau pihaknya telah membangun Rumah Sakit Camba dan Rumah Sakit dr. La-Palalloi. Dengan hadirnya Rumah Sakit Camba, lebih memudahkan warga masyarakat agar dekat dengan akses layanan kesehatan sehingga warga Camba, Mallawa dan Cenrana tidak perlu lagi ke ibukota Maros berobat.

Ketiga, Chaidir Syam, telah meresmikan jembatan Minasa Upa Bontoa dan jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan nilai proyek kurang lebih Rp 3,5 M. Keempat, memastikan masyarakat dapat melewati jalan beton di pelosok-pelosok seperti poros Tompobalang-Bontomatinggi, Damma-Bontosomba dan Tanete Bulu hingga perbatasan Gowa dengan nilai kurang lebih Rp 28 M.

Kendati demikian, Chaidir Syam belum puas dengan semua itu, apalagi di tengah pengetatan dana transfer dari pusat melalui kebijakan efesiensi Tidak heran jika Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur masih saja terus berkarya dengan membangun dan merehabilitasi beberapa bangunan sekolah dari tingkatan PAUD, SD hingga SMP ada sekira 68 unit dengan nilai keseluruhan kurang lebih Rp.23 M. Selain memberikan bantuan seragam sekolah kepada anak-anak SD dan SMP senilai Rp. 3,92 M.

Keempat, di sektor kesehatan, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur telah menyerahkan enam unit ambulance Puskesmas, tiga unit ambulance RSUD Camba, dua unit mobil PSC 119 berupa satu unit mobil jenazah dan satu unit ambulance di Dinas Kesehatan dengan nilai Rp. 6 M. Tujuannya untuk mendukung program unggulan pelayanan ambulance gratis Maros. Sementara itu, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur menyerahkan 47 unit motor sebagai tahap awal untuk perawat dan bidang desa dalam mendukung Program Unggulan Penempatan Satu Perawat atau Satu Bidan setiap Desa dan Kelurahan senilai Rp 1 milyar 125 juta.

Di sektor pertanian, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur juga memberikan bantuan alsintan berupa traktor roda dua 99 unit, traktor roda empat 101 unit, pompa air 36 unit, Combaine Hervester 18 unit dan power tresher 4 unit.

Pada sambutannya, Chaidir Syam menegaskan kalau mereka berdua memimpin Maros, juga senantiasa mendukung program Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden. “ Alhamdulillah kami telah menfasilitasi pembangunan 40 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) untuk mengelola produksi dan distribusi makan bergizi gratis (MBG) terutama melayani kurang lebih 97.000 penerima manfaat yang ada di Maros. Berikutnya menfasilitasi terbentuknya Kepengurusan koperasi Merah Putih pada 103 Desa dan Kelurahan dengan fasilitasi terbangun 31 unit dan program sekolah rakyat telah menyiapkan tiga titik lokasi sembari menunggu persetujuan Pemerintah Pusat’,’ kunci Chaidir Syam. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here