Kolom Andi Wahida Tuan Guru Sulaiman
Tulisan ini isinya akan mengguncang nalar berpikir kita setelah saya izin pada Sang Hyang Agung untuk menulis tulisan ini untuk saya sampaikan kepada seluruh rakyat.
Mari kita mulai!!!
Arab, China, Eropa, Hindia/India, Mongolia, Inggris itulah old esablished order. Mereka bersatu bekerja sama dengan bangsa sendiri melawan Nusantara, juga membayar tentara bayaran dari Spanyol, Nederland, Portugal, Perancis, dll, kemudian membagi-bagi Nusantara.
Nusantara itu wilayahnya meliputi mana saja?
Nusantara itu wilayahnya sekarang meliputi dimulai dari Madagaskar, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, Laos, Filipina, Indonesia dan Papua Nugini dan sekitarnya serta sebagian Australia.
Bagaimana mereka menghancurkannya dengan menyerbu kerajaan secara berkelompok seperti tahun 1143 menyerbu kerajaan-kerajaan di Sulawesi seperti Kerajaan Cinnotabi, Sian, Suppa, Pujanantin, Sopia, Boulan dan dibuatlah cerita masa Sianre Bale (manusia saling memakan, tidak ada lagi pemimpin/raja keturunan dari Saweri Gading, baca I La Galigo).
Cinnotabi terpecah tetapi kemudian membentuk Wajo, Sian terpecah menjadi Sian, Gowa, Pujanantin, dst. Boulan terpecah menjadi 5. Rajanya bernama Bogani Dondo. Setelah terpecah memilih menetap di Batam. Makamnya di salah satu pulau di Batam.
Di Cinnotabi rajanya bernama La Tenri Bali. Cinnotabi dihancurkan untuk mengakhiri islamisasi di Cinnotabi di Tosora tahun 1143 (dokumen ini menurut catatan orang Spanyol Don Y Sabastian ada dipegang oleh salah satu keturunan Bogani Dondo Kerajaan Boulan, sekarang dikenal Boulan Mangondow).
Lanjut menaklukkan Majapahit di masa Prabu Brawijaya V Bhre Kertabhumi.
Di masa inilah armada perang mereka masuk di Jawa dan menyusupkan panglima perang wanita yaitu Putri Cempo kemudian menjadi istri dari Eyang Prabu.
Dengan politik perkawinan ini Majapahit akhirnya takluk dan tidak dapat berbuat banyak ketika diserang kerajaan lain, anaknya sendiri, dst.
Dari sinilah perjanjian 500 tahun itu tepatnya tahun 1527 + 500 = 2027, jadi telah selesai tahun 2027.
Mereka kemudian membagi-bagi Nusantara: Arab menguasai Nusantara lewat agama dan membentuk sultan dan wali, China dan Mongolia menguasai lewat ekonomi membentuk 9 naga, Hindia/India menguasai tambang baja, Eropa juga tambang dan perdagangan.
Terus melakukan penaklukan, merampok, merampas, mencuri lontar-lontar, babad, pusaka, artefak, simbol, dll lewat peperangan lalu diangkut ke negaranya (tujuannya mengaburkan sejarah, menghilangkan sejarah, merubah sejarah atau kerennya mendistorsi sejarah).
Setelah terjadi pergolakan di mana-mana menentang mereka oleh raja-raja Nusantara, akhirnya penjajahan secara fisik berakhir dan diganti dengan model baru. Dibentuklah oleh mereka Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk meredam pergolakan dan dibacakan proklamasi (jadi teks proklamasi dari mereka termasuk pembentukan BPUPKI dan lembaga tertinggi dan tinggi negara).
Soekarno dan kawan-kawan waktu itu tidak bisa berbuat banyak tetapi demi rakyat harus menerima dengan catatan kelak di kemudian hari 500 tahun kemudian yaitu tahun 2027 perjanjian itu berakhir dan estafet kepemimpinan akan kembali ke kerajaan seperti dawal. Dan kekayaan raja-raja Nusantara yang tersimpan dan dipinjam mereka dalam bentuk kolateral untuk membangun negaranya dan juga untuk membangun pabrik dan lain-lain waktunya ditagih bon-bon itu sejak tahun 2023.
Merekalah yang membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jadi Jakarta ibu kota negara saat ini bentukan mereka old esablished order.
Presiden Jokowi membangun ibu kota Nusantara itu bukan tanpa alasan tetapi itu menyambut kebebasan kemerdekaan bangsa Nusantara dari old esablished order. Makanya beliau selalu pakai baju adat kerajaan ketika upacara 17 Agustus, itu sebenarnya kode bagi yang paham sejarah untuk putra-putri Nusantara dan para keturunan raja.
Jadi paham ya kenapa sekarang gaduh?
Yang bikin gaduh itu antek-antek negara old esablished order itu dan lucunya diikuti orang-orang yang intelektual tetapi tidak paham sejarah.
Jadi sadarlah wahai bangsaku, waktunya kita bersatu melawan old esablished order ini dan kembali pada sistem kerajaan dengan menegakkan kepala di tahun 2027 dengan kembali ke pangkuan ibu pertiwi yaitu kerajaan Nusantara dan berpusat di ibu kota Nusantara di Penajam – Samarinda.
Negeri ini sangat kaya tetapi kita terjajah dan terkungkung oleh negara-negara old esablished order yang telah menjajah sejak tahun 1527.
Wahai bangsaku segenap putra-putri Nusantara mari bersatu membangun negeri menghapus korupsi, kedzoliman dan kekufuran.
Kita kembali pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang asli dan bubarkan lembaga tertinggi dan tinggi negara dan bentuk kembali kerajaan yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa Nusantara, yang beradab, beradat, berdaulat, adil dan makmur menuju Nusantara mercusuar dunia.
Mari renungkan, pikirkan, putuskan!!!














