Safari Dakwah Literasi, Lambelu, Baubau dan Buteng

0
31
- Advertisement -

Kolom Bachtiar Adnan Kusuma
Tokoh Literasi & Penulis Nasional

KM Lambelu, kembali membuka memori penulis 20 tahun lalu, tatkala melakukan perjalanan mudik Jakarta-Makassar lewat kapal motor milik Pelayaran Nusantara Indonesia ini. Kini, tepat Senin, 9 Maret 2026, pukul 22.00 malam, penulis bersama istri tercinta, dan bungsu Farhan Alfarisi Kusuma, meninggalkan Makassar menuju Bau-Bau Sulawesi Tenggara.

Apa yang penulis saksikan di atas KM Lambelu, masih tetap mempertahankan kebersihan dan ketepatan waktu. Pengaturan shalat jamaah subuh amat tertib, shaf diarahkan ABK agar teratur dan telah berubah, dari 20 tahun lalu, kini masih saja menjadi transportasi laut pilihan masyarakat yang mampu mempertahankan aspek kebersihan. Terima kasih Lambelu.

Apa yang menarik bagi penulis di Safari Dakwah Literasi 2026? Selain penulis menjenguk cucu tersayang, juga membersamai dan memberi adrenalin energi berlimpah kepada kedua anak kami yang bertugas sebagai pengabdi umat di bidang kesehatan( dr.Mulan dan dr Dea, kini bertugas di salah satu Puskesmas, Kabupaten Buton Tengah).

Dan, sebagai penggerak dan motivator Literasi Indonesia, perjalanan penulis betul-betul dimanfaatkan Safari Dakwah Literasi di berbagai Masjid dan Pondok Pesantren serta komunitas baca yang berada di Buton Tengah dan Bau-Bau.

Agaknya penulis semakin berbahagia, selain memboyong beberapa buku bacaan yang setia menemani, penulis berbahagia karena didampingi istri tercinta Ani Kaimuddin Mahmud, putra bungsu Farhan dan ujungnya menunaikan buka puasa, tahajud, itikaf dan Idul Fitri di Buton Tengah.

Nah, aktivitas membaca dan menulis tetap menguasai perjalanan dakwah literasi kali ini. Selain memboyong buku-buku bacaan, juga tengah menyelesaikan buku Roman Inspiratif pengusaha Nasional Haji Faisal Ibrahim Surur.

Tak ada kata jengah, apalagi berhenti sejenak dari hiruk pikuknya dunia membaca menulis. Efeknya, buku-buku bertumpu di sekeliling penulis, otomatis selalu menggoda plus memancing melahapnya. Di sisi lain, macbook milik dr Dea telah siap digoda agar penulis tetap setia menulis.

Benarlah kata Montesque, ” Berikan saya tiga kekuatan, maka dunia ini akan saya goyang, yaitu Cinta, Sahabat dan Buku”.

Pernyataan Montesque, menjadi pelatuk kekuatan penulis kembali bertemu dengan anak-anak, cucu, berjumpa sahabat literasi di Bau-Bau, Buteng dan Buton. Intinya merampungkan naskah buku juga bersafari literasi dakwah.

Akhirnya, KM Lambelu, Bau-Bau dan Buton Tengah, memaksa penulis membuka memori dua puluh tahun lalu, saat mudik Jakarta ke Makassar…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here