Yuk, Ketua KKSS Kalbar Ajak Saudagar Perkuat Jejaring Ekonomi di PSBM  Makassar

0
79
- Advertisement -

PINISI.co.id– Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Kalimantan Barat, Burhanuddin Ahad menyambut positif Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 yang akan digelar di Makassar pada 25–26 Maret 2026. Ajang ini dinilai menjadi momen dalam memperkuat jejaring ekonomi diaspora Bugis-Makassar, Mandar dan Toraja sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis lintas daerah.

Menurut Burhanuddin, PSBM lebih dari sekadar agenda silaturahmi, dan ruang konsolidasi ekonomi yang mempertemukan para pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Jaringan saudagar Bugis-Makassar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan mancanegara dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“PSBM adalah forum penting untuk mempertemukan gagasan, peluang usaha, serta membangun sinergi ekonomi antar saudagar Bugis Makassar di seluruh dunia. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan memperluas kolaborasi investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keikutsertaan delegasi dari Kalimantan Barat dalam forum tersebut diharapkan mampu membawa perspektif baru mengenai potensi ekonomi daerah, mulai dari sektor perdagangan, perkebunan, logistik, hingga peluang pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

Menurut dia, Kalimantan Barat memiliki posisi strategis sebagai wilayah perdagangan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kondisi ini membuka peluang kerja sama bisnis lintas negara yang dapat menjadi salah satu fokus pembahasan dalam jejaring saudagar di PSBM.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang juga Ketua Umum KKSS disambut Ketua KKSS Kalimantan Barat Burhanuddin Ahad (kanan) dalam kunjungan dinas menteri di Pontianak.

Selain menjabat sebagai Ketua BPW KKSS Kalimantan Barat, Burhanuddin juga merupakan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat. Ia menilai semangat yang dibangun dalam PSBM sejalan dengan nilai-nilai pembauran yang selama ini didorong oleh FPK, yakni memperkuat hubungan harmonis antar kelompok masyarakat dalam keberagaman.

Ia menilai masyarakat Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar yang berada di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Barat, selama ini dikenal mampu beradaptasi dan hidup berdampingan dengan berbagai komunitas lokal. Hal tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat perantau terhadap pembangunan daerah.

“Melalui jejaring saudagar seperti dalam PSBM, kita tidak hanya membangun kekuatan ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan antar masyarakat dari berbagai latar belakang. Ini sejalan dengan semangat pembauran yang selama ini kita dorong di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Lebih jauh, Burhanuddin juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program penguatan sektor pertanian nasional yang diinisiasi Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BPP KKSS. Ia menilai gagasan pengembangan investasi berbasis hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan, termasuk pengembangan industri ayam terintegrasi, memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi diaspora Bugis-Makassar di berbagai daerah.

Dalam forum PSBM XXVI ini, Andi Amran Sulaiman diproyeksikan akan menawarkan berbagai peluang investasi besar pada sektor hilirisasi pertanian, pangan, dan peternakan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat nilai tambah komoditas nasional melalui pengembangan industri pengolahan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurut Burhanuddin, konsep hilirisasi tersebut tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga pada penguatan rantai nilai mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan hasil, hingga distribusi dan pemasaran. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Program hilirisasi yang digagas Pak Menteri Pertanian sangat visioner karena tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor pertanian, tetapi juga membuka ruang investasi yang luas bagi para pelaku usaha daerah dan diaspora. Ini menjadi peluang bagi saudagar Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar di perantauan untuk terlibat dalam penguatan ekonomi nasional,” katanya.

Ia menambahkan, melalui forum seperti PSBM, potensi kolaborasi investasi di sektor pertanian, perkebunan, serta industri pengolahan hasil dapat dipertemukan dengan jaringan saudagar yang memiliki pengalaman bisnis dan akses pasar yang luas.

Ia juga menyoroti pentingnya peran KKSS dalam memperkuat konektivitas antar pelaku usaha. Menurutnya, jaringan sosial yang dibangun melalui organisasi dapat menjadi modal strategis untuk membuka peluang kemitraan, investasi, serta pengembangan usaha di berbagai daerah.

“Saya berharap forum PSBM XXVI dapat menghasilkan gagasan konkret yang mendorong sinergi ekonomi antar saudagar serta memperkuat kontribusi diaspora Bugis Makassar terhadap pembangunan daerah. Kita ingin saudagar Bugis Makassar tidak hanya kuat dalam jaringan sosial, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi yang membawa manfaat bagi masyarakat luas, sesuai dengan tema Saudagar Tangguh, Ekonomi Maju,” pungkasnya. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here