PINISI.co.id- Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, melaksanakan serangkaian agenda strategis dalam kunjungan kerjanya di wilayah Sulawesi Tenggara, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut meliputi peresmian jembatan perintis, penyerahan perumahan subsidi, serta pembangunan Markas Komando (Mako) Brimob sebagai bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional pemerintahan Prabowo Subianto.
Dalam agenda tersebut, Wakapolri meresmikan 17 jembatan perintis, termasuk dua jembatan utama bertajuk “Dhira Brata” yang berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka dan Desa Silui, Kabupaten Kolaka Timur.
Pembangunan jembatan ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses daerah terpencil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jembatan-jembatan tersebut diproyeksikan melayani lebih dari 1.200 kepala keluarga dan menghubungkan sedikitnya sembilan desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur. “Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat, memastikan akses tidak lagi terhambat,” ujar Wakapolri.
Selain dua jembatan utama, Polri juga memetakan 15 titik pembangunan dan perbaikan jembatan lainnya di berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur dasar di wilayah rawan akses.
Serahkan 378 Unit Rumah Subsidi
Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, Polri juga menyerahkan secara simbolis 378 unit rumah subsidi tipe 36 bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) dan masyarakat umum di wilayah Sulawesi Tenggara.
Perumahan tersebut tersebar di tiga kawasan, yakni Konawe Selatan, Kota Kendari, dan sekitarnya. Program ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden, khususnya dalam penyediaan tiga juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
Wakapolri menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar anggota Polri, tetapi juga masyarakat luas. “Dengan hunian yang layak, anggota dapat bekerja lebih fokus dan profesional, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Data Polri mencatat, hingga Januari 2026 sebanyak 72,4 persen personel telah memiliki rumah, sementara sisanya masih membutuhkan dukungan hunian yang layak.
Selain infrastruktur dan perumahan, Polri juga meresmikan pertapakan pembangunan Mako Brimob di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara, yang ditandai dengan penyerahan hibah lahan dari pemerintah daerah dan pihak swasta.
Total lahan yang disiapkan mencapai puluhan hektare, tersebar di Kabupaten Kolaka, Konawe, dan Buton Tengah.
Pembangunan ini dinilai strategis dalam memperkuat keamanan masyarakat sekaligus mendukung pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN). “Hibah lahan ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat kehadiran negara dalam menjamin keamanan dan mendukung pembangunan nasional,” tegas Wakapolri.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti konkret komitmen Polri dalam menjalankan transformasi institusi yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pembangunan jembatan, penyediaan perumahan, serta penguatan infrastruktur keamanan, Polri diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. (Bar)













