Ketua Umum APPMBGI Tinjau Siswa Terdampak dan SPPG Pulogebang 15, Dorong Penguatan Standar Keamanan MBG

0
116
- Advertisement -

Jakarta, 10 Mei 2026 — Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., melakukan kunjungan langsung ke Rumah Sakit Citra Harapan, Bekasi, tempat sejumlah siswa dirawat akibat dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Pulogebang 15, Cakung, Jakarta Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Rivai Ras didampingi Wakil Ketua Umum I DPP APPMBGI Prof. Dr. Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin, Ketua DPD II APPMBGI Jakarta Timur HM. Rafiddin Hamoes, S.H., S.E., M.M., serta jajaran pengurus lainnya.

Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap para siswa terdampak, sekaligus menjadi momentum evaluasi bersama untuk memperkuat kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami ingin melihat langsung kondisi anak-anak sekaligus memastikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan MBG ke depan semakin baik dan semakin aman,” ujar Abdul Rivai Ras.

Sebelumnya, sejumlah siswa di wilayah Cakung dan Pulogebang dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut usai mengonsumsi makanan MBG. APPMBGI menilai peristiwa ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan generasi muda Indonesia.

Menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari kualitas keamanan pangan yang diterima setiap hari oleh para penerima manfaat.

“Kita harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP, mulai dari bahan baku, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima siswa. Pengawasan rantai pasok harus diperketat,” tegasnya.

APPMBGI juga menegaskan bahwa proses investigasi teknis tetap menunggu hasil resmi dari instansi berwenang seperti Dinas Kesehatan dan BPOM agar seluruh proses berjalan objektif dan transparan.

Sebagai langkah perbaikan, APPMBGI akan terus memperkuat standarisasi dapur MBG, pelatihan keamanan pangan, pengawasan distribusi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kejadian ini harus menjadi refleksi bersama. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus melakukan pembenahan agar Program MBG semakin berkualitas, aman, dan dipercaya masyarakat,” tutup Abdul Rivai Ras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here