Ketum FORSIMEMA: Tekanan Ekonomi Kian Menghimpit, Jadi Pemicu Utama Lonjakan Kriminalitas

0
62
- Advertisement -

PINISI.co.id- Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) Syamsul Bahri menyoroti meningkatnya angka kriminalitas yang terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, fenomena tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan hukum, melainkan berkaitan erat dengan tekanan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6), Syamsul menyatakan bahwa memburuknya kondisi ekonomi telah membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dasar, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memicu munculnya tindakan kriminal sebagai bentuk pelampiasan atau jalan pintas akibat keterdesakan ekonomi.

“Ketika isi dapur tidak lagi terpenuhi, nalar sehat sering kali terabaikan. Ini adalah alarm keras bagi semua pihak, baik pemerintah, penegak hukum, maupun kita di lini media, untuk melihat kriminalitas dari sudut pandang yang lebih luas, yaitu pemulihan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara kondisi ekonomi dan tingkat keamanan. Semakin berat tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat, semakin besar pula potensi munculnya tindakan kriminal, terutama ketika kesempatan memperoleh penghasilan secara layak semakin terbatas.

Karena itu, FORSIMEMA mendorong aparat penegak hukum untuk tidak hanya mengedepankan pendekatan represif, tetapi juga mempertimbangkan akar persoalan yang melatarbelakangi terjadinya tindak pidana. Pendekatan yang humanis dan berkeadilan, termasuk penerapan keadilan restoratif (restorative justice) terhadap perkara-perkara ringan yang dipicu oleh keterpaksaan ekonomi, dinilai penting untuk menjaga keseimbangan sosial sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri.

Selain itu, FORSIMEMA menilai media massa memiliki peran strategis dalam mengawal persoalan tersebut. Media diharapkan tidak hanya memberitakan berbagai kasus kriminal, tetapi juga mengedukasi masyarakat serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah agar program perlindungan dan jaring pengaman sosial benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Syamsul  menegaskan bahwa penanganan kriminalitas tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Upaya memperkuat perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memastikan akses terhadap kebutuhan dasar merupakan langkah penting untuk menekan potensi meningkatnya angka kejahatan di masa mendatang. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here