PINISI.co.id- Nama Akhmad Sanusi tidak asing di tengah berbagai organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, profesi, dan dunia usaha. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai sosok yang konsisten mengabdikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk membangun organisasi sekaligus memperkuat jejaring antargenerasi.
Pengalaman panjangnya dimulai dari Ikatan Alumni Jaya Baya. Selama 25 tahun, Akhmad Sanusi dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal. Di lingkungan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) DKI Jakarta, ia juga menjalankan tugas sebagai Sekretaris Jenderal selama 10 tahun.
Pengabdiannya di lingkungan KAHMI bahkan berlangsung lebih panjang. Selama 10 tahun ia dipercaya sebagai Ketua KAHMI DKI Jakarta. Kiprahnya kemudian berlanjut di tingkat nasional dengan menjadi salah satu Ketua KAHMI Nasional selama lima tahun.
Di tengah kesibukannya dalam berbagai organisasi tersebut, perhatian Akhmad Sanusi terhadap masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan juga tidak pernah surut.
Selama 15 tahun ia dipercaya sebagai Ketua Bidang pada Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Ia juga selama 20 tahun memimpin Perhimpunan Pemuda Sulawesi Selatan.
Tidak hanya aktif dalam organisasi sosial dan kemasyarakatan, Akhmad Sanusi juga memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi profesi. Ia tercatat selama 10 tahun berkecimpung di Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta selama 15 tahun mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Teknik Sipil Indonesia.
Pengalaman di bidang kewirausahaan juga menjadi bagian penting dari perjalanan organisasinya. Akhmad Sanusi dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal HIPKA, Himpunan Pengusaha KAHMI DKI, selama 15 tahun. Ia juga menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta serta dipercaya sebagai Ketua Bidang IKM Parepare.
Di sektor konstruksi, kiprahnya juga cukup panjang. Selama 10 tahun ia dipercaya sebagai Ketua Himpunan Kontraktor dan Konsultan se-Indonesia. Sementara di lingkungan Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta, ia mengemban amanah sebagai Ketua Bidang selama lima tahun.
Dedikasinya terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah juga diwujudkan melalui keterlibatannya di Himpunan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah se-Indonesia. Di organisasi tersebut, Akhmad Sanusi dipercaya sebagai Ketua I selama 15 tahun.
Rentetan amanah tersebut memperlihatkan satu karakter yang menonjol dalam diri Akhmad Sanusi: konsistensi dalam berorganisasi.
Puluhan tahun pengabdian tidak hanya menunjukkan lamanya waktu yang ia habiskan dalam organisasi, tetapi juga menggambarkan kepercayaan yang terus diberikan kepadanya di berbagai lingkungan.
Dari organisasi alumni, kecendekiawanan, kepemudaan, KAHMI, paguyuban masyarakat Sulawesi Selatan, organisasi profesi, hingga dunia usaha dan koperasi, perjalanan Akhmad Sanusi menunjukkan luasnya ruang pengabdiannya.
Baginya, organisasi bukan sekadar tempat mencantumkan nama dan jabatan. Organisasi adalah ruang untuk membangun silaturahmi, memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan pengalaman lintas organisasi yang membentang selama puluhan tahun, Akhmad Sanusi menjadi salah satu figur yang memiliki modal sosial dan jaringan yang kuat. Jejak panjang tersebut sekaligus menjadi catatan perjalanan seorang aktivis yang memilih tetap hadir, bergerak, dan mengabdi di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah.
Kini, setelah sekian tahun menyandang status duda, ia mengakhiri masa penantiannya dan pada hari ini, 6 September 2026 melangsungkan resepsi pernikahannya dengan Andi Sumarni Beddu, di Gedung BRIN Jakarta.
Selamat senior. Bahagia selalu. (Lif)













