IBU Bahas Peluang Ekonomi di Tengah Lesunya Pasar dan Maraknya PHK

0
176
- Advertisement -

PINISI.co.id- Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya membaik, lesunya pasar, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), serta semakin sulitnya masyarakat mendapatkan pekerjaan dan peluang usaha menjadi bahasan dalam silaturahmi International Bugis Union (IBU).

Silaturahmi tersebut digelar di kediaman Rumah Kubah Pasempa H. Agus Maulana dan Hj. Andi Besse di kawasan Meruya, Jakarta Barat, Ahad, 13 September 2026.

Ketua IBU Muhammad Siri mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya IBU memperkenalkan keberadaan organisasi sekaligus mensosialisasikan berbagai potensi yang dimiliki anggotanya.

Menurutnya, IBU terbuka untuk membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, akademisi, dan komunitas diaspora Bugis di berbagai negara.

“IBU sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan IBU dan segenap potensinya untuk menjalin sinergi,” ujar Mansur Siri.

Tuan rumah Agus Maulana diapit istrinya Andi Besse dan putrinya di kediaman Rumah Kubah.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah peluang kerja sama ekonomi internasional turut dibahas. Ketua KKSS Kanada, Ida Rafiqah, menawarkan berbagai peluang bisnis di Kanada yang dapat dijajaki masyarakat Indonesia, khususnya warga Bugis-Makassar, mulai dari peluang tenaga kerja terampil hingga ekspor berbagai komoditas Indonesia ke Kanada.

Menurut Ida, Kanada memiliki kebutuhan terhadap sejumlah produk dan tenaga kerja dari Indonesia. “Kanada membutuhkan tenaga terampil dan berbagai kebutuhan seperti seafood, kelapa, berbagai cemilan ringan, hingga alat rumah tangga,” papar Ida.

Ia melihat peluang tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pengusaha Indonesia untuk memperluas pasar ke Kanada. Karena itu, diperlukan sinergi dan jaringan yang kuat agar peluang yang tersedia dapat diubah menjadi kerja sama ekonomi yang konkret.

Sementara itu, Faisal Badrun dari Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) menawarkan konsep wakaf ekonomi sebagai salah satu alternatif untuk membangun kerja sama dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu instrumen dalam mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis kebersamaan, terutama di tengah situasi ekonomi yang menghadapi berbagai tantangan.

Silaturahmi IBU itu dihadiri berbagai elemen warga dan tokoh dari beragam latar belakang. Sejumlah akademisi dan guru besar tampak hadir, antara lain Ilham Hatta Manangkasi, Andi Djalal Latif, Andi Faisal Bakti, Mulyadi, Marwah Daud Ibrahim dan Ilham Noer Putri.

Dari kalangan pengusaha hadir Yusvan Paris dan Amiruddin. Sementara itu, tampak pula pesohor Krisna Mukti, Derri Sudarisman dan sutradara Aca Hasanuddin serta penulis Fiam Mustamin.

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar gagasan mengenai bagaimana membangun jaringan dan membuka peluang ekonomi baru di tengah kondisi pasar yang sedang lesu.

IBU diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang mempertemukan potensi warga Bugis di dalam dan luar negeri, sehingga jaringan sosial dan kultural yang telah terbentuk dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here