Chaidir Syam, Literasi Tak Sekadar Slogan, Tapi Gerakan Bersama untuk Maros Berkualitas

0
44
- Advertisement -

PINISI.co.id- Bupati Kabupaten Maros Chaidir Syam mengungkapkan rasa terharunya karena di perjalanan masa kepemimpinannya ini, ia telah memposisikan literasi bukan hanya slogan, tetapi sebuah gerakan sosial yang mengubah wajah masyarakat. Masyarakat tak sekadar menjadikan literasi gerakan bersama, tapi menjadi tradisi yang melibatkan semua pihak ekosistem literasi.

Chaidir Syam mengungkapkan kalau saat ini tidak lagi menutup diri dari derasnya arus digitalisasi. Sebaliknya, katanya memilih untuk menghadapinya dengan kesiapan dan kecerdasan. “ Satu-satunya cara menghadapi kemajuan teknologi digital dengan meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Caranya dengan menjadikan literasi benteng utama menghadapi dampak negatif dunia digital” kata Chaidir Syam, Sabtu, 10 Oktober 2026 di Maros.

Karena itulah, salah satu program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memajukan gerakan literasi masyarakat secara berkelanjutan. “ Kami berharap setiap warga Maros memiliki minat literasi yang tinggi, memahami apa yang dibaca dan mampu menerapkan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari,” kata tokoh penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini.

Chaidir Syam berharap dengan kerja keras semua pihak dari birokrasi hingga komunitas literasi serta berbagai pilar penggerak literasi di Maros mendukung Maros sebagai Kabupaten Literasi yang maju, cerdas dan adaptif terhadap zaman digital.

Berbagai langkah nyata yang dilakukan Chaidir Syam untuk memperkuat ekosistem literasi dengan mendorong semua pihak ikut serta berperan membentuk kualitas sumber daya masyarakat melalui gerakan Literasi. Ia juga mendorong terus menerus program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yaitu menjadikan perpustakaan sebagai ruang terbuka untuk belajar, berkarya dan tumbuh bersama.

Selain menjadikan Maros sebagai percontohan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Sulawesi Selatan, Chaidir Syam terus menyeruhkan pentingnya kolaborasi membangun sinergi dan semangat belajar yang terus menyala.

Adapun tujuan utama program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, kata Chaidir Syam selain peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai pelatihan, kegiatan literasi dan program pemberdayaan, juga peningkatan kualitas layanan perpustakaan dan pengembangan literasi masyarakat serta dukungan terhadap kebutuhan khusus dan Hak Azasi manusi.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Maros Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, ikut berperan aktif mempercepat akselerasi majunya Literasi Maros. Salah satu program Bunda Literasi Maros adalah mencanangkan Gerakan Membacakan Buku Anak Sebelum Tidur, mendorong Bunda Literasi Kecamatan, desa dan kelurahan menulis dan diterbitkan menjadi buku dan membentuk klub-klub baca dan pojok baca berbasis ibu-ibu PKK.

Chaidir Syam dari Diksi ke Aksi Januari-Oktober

Chaidir Syam juga terus menerus mendorong keterlibatan partisipasi masyarakat aktivis literasi Maros melalui Gerakan Aksi Donasi buku masyarakat dan Gerakan Satu ASN satu Buku pada 17 dan 18 Mei 2026 yang berhasil mengumpulkan seribu buku. Jika saja dirunut sejak Januari hingga Oktober 2026, Chaidir Syam telah mendorong hadirnya perpustakaan masjid Belang-Belang dengan memberikan bantuan buku dan fasilitas perpustakaan masjid, menyerahkan buku kepada perpustakaan pondok pesantren di Maros, mendorong Bunda Literasi se Kabupaten Maros menulis buku, mendampingi Bunda Literasi Maros melantik Bunda Literasi kecamatan, desa, kelurahan, sosialisasi gerakan Bunda Literasi Maros Beraksara Cerdas, menjadi pembicara dan penerima penghargaan Bupati Penggerak Gerakan 1 ASN 1 Buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel di Gramedia Pettarani Makassar, Meluncurkan Gerakan Aksi Donasi Buku Tgl 17 Mei 2026, Chaidir Syam menjadi Narasumber di Seri Diskusi GPMB Pusat, Chaidir Syam mencanangkan Gerakan Membaca dan Menulis di Perpustakaan(Gema Pustaka) di Hari Kunjung Perpustakaan Maros, 14 September 2026 dan Meluncurkan buku” Menyalakan Cahaya Literasi dari Desa” Karya Bunda Literasi se Kabupaten Maros di Puncak HUT 54 Tahun Hari Kesatuan gerak PKK, di Grand Town Mall Maros.

Di sisi lain, Maros adalah kabupaten pertama di Sulawesi Selatan yang mencangkan Gerakan Satu Masjid Satu Perpustakaan yang sejak 2022 hingga 2026 terus bergerak. Demikian pula, penguatan literasi santri, Chaidir Syam telah memelopori berdirinya perpustakaan pondok pesantren di Maros melalui Gerakan Santri Literasi atas kerjasama Fatayat NU Maros dan Gerakan Pembudayaan Minat Baca Maros serta IKA BKPRMI Maros. (Fen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here