Aman, Stok Beras Melimpah, Indonesia Siap Hadapi El Nino

0
58
- Advertisement -

PINISI.co.id– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi ketahanan pangan nasional berada pada level sangat kuat, menyusul lonjakan signifikan cadangan beras yang kini mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat Mentan meninjau langsung gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026), guna memastikan kondisi riil stok dan distribusi beras di lapangan.“Jadi ini kita cek benar mulai depan, samping, belakang. Jangan sampai di depan penuh, di belakang kosong,” ujar Amran.

Berdasarkan data, stok beras di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 761 ribu ton, meningkat tajam dibandingkan kondisi normal yang hanya sekitar 300 ribu ton. Secara nasional, cadangan beras telah menembus sekitar 4,5 juta ton, angka tertinggi sejak Indonesia merdeka.“Seluruh Indonesia sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik berdiri,” tegasnya.

Amran menyebut peningkatan stok ini merupakan hasil kebijakan strategis pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, penurunan harga pupuk bersubsidi, serta transformasi pertanian modern yang mendorong produksi dalam waktu singkat.Dengan stok yang melimpah, pemerintah bahkan harus menambah kapasitas penyimpanan melalui skema sewa gudang.

Dari kapasitas awal sekitar 3 juta ton, kini tambahan gudang sewaan telah mencapai 2 juta ton dan akan terus ditingkatkan. “Bayangkan, dulu gudang disewakan karena tidak ada isinya. Sekarang kita yang sewa,” ungkapnya.

Ia memproyeksikan dalam 10 hingga 20 hari ke depan stok beras nasional dapat mencapai 5 juta ton, bahkan berpotensi meningkat hingga 6 juta ton dalam dua bulan ke depan. Selain memperkuat cadangan pangan, pemerintah juga memastikan kesiapan menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan.

Menurut Amran, pengalaman menghadapi El Nino pada 2015, 2023, dan 2024 menjadi bekal penting dalam menyusun langkah mitigasi. Pemerintah telah memperkuat sistem produksi melalui pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta peningkatan intensitas tanam.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia aman, sementara kekeringan diperkirakan 6 bulan,” jelasnya.

Selain stok di gudang pemerintah, ketersediaan pangan juga ditopang oleh cadangan di sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) sekitar 12,5 juta ton serta potensi panen (standing crop) sekitar 11 juta ton. Total ketersediaan ini diperkirakan mencapai lebih dari 23 juta ton.

Sulawesi Selatan sendiri dinilai memiliki peran strategis sebagai penyangga distribusi beras untuk wilayah Indonesia timur, termasuk Maluku, Kalimantan, dan Papua.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan distribusi beras nasional tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata. “Tidak usah diragukan, pangan aman,” pungkas Amran. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here