Andi Nofri Baso Meneruskan Tradisi Buka Puasa dengan Spirit Kejujuran: Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakaraja

0
46
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

Berbuka puasa Ramadhan 1447 Hijriah dilaksanakan oleh berbagai komunitas dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Salah satunya adalah kegiatan buka puasa yang digelar oleh Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Jakarta Utara, yang waktunya bertepatan dengan buka puasa komunitas warga Soppeng, Duri–Enrekang, Muchlis Patahna, serta warga KKSS Depok.

Saya memilih menghadiri buka puasa bersama warga KKSS Jakarta Utara dengan beberapa pertimbangan. Selain karena undangan yang lebih awal, KKSS Jakarta Utara memiliki nilai historis tersendiri. Wilayah ini termasuk yang mengawali tradisi buka puasa bersama dengan Badan Pengurus Pusat KKSS pada awal tahun 1990-an, di masa kepemimpinan Ketua Umum Beddu Amang.

Saat itu, Abd Rahim Paita menjabat sebagai Ketua KKSS Wilayah Jakarta Utara dan melanjutkan kepemimpinan dalam beberapa masa bakti. Buka puasa kala itu diadakan di kawasan Gladak Perahu, dengan shalat berjamaah di tempat yang sama. Suasananya sangat menyentuh secara emosional, apalagi dengan sajian khas seperti ikan bakar atau passere bale yang mengingatkan pada kampung halaman.

Tradisi Berlanjut dan Dirindukan
Kepengurusan berikutnya diteruskan oleh Ali Amin, Ahmad Tahir Ratu, hingga kini di bawah kepemimpinan Andi Nofri Baso. Meski tidak lagi dilaksanakan di Gladak Perahu, semangat kebersamaan tetap terjaga. Warga perantauan tetap memelihara adab dan nilai yang diwariskan para tetua leluhur (tomatoa riolota): sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakaraja (saling menghormati).

Nilai-nilai tersebut terus dibudayakan dalam kehidupan warga di tanah rantau, termasuk di lingkungan domisili masing-masing. KKSS Wilayah Jakarta Utara menjadi salah satu basis utama warga Sulawesi Selatan yang hidup berdampingan dengan masyarakat setempat. Mereka bersama-sama membangun lembaga pendidikan, dimulai dari Taman Kanak-kanak hingga berdirinya Masjid Raya Darussalam Al-Amin secara swadaya dan gotong royong.

Keyakinan yang tertanam kuat adalah bahwa masjid merupakan rumah Allah, dan Allah pula yang akan mewujudkan serta memelihara bangunannya.

Menciptakan Kebaikan dan Kemanfaatan
Dalam interaksi persahabatan saya dengan Andi Nofri Baso, tampak jelas pesan-pesan leluhur yang hidup dalam dirinya. Tutur katanya santun, sikapnya berpihak pada kemaslahatan orang banyak (tau maegae). Ia mengedepankan nilai kejujuran (teppe) sebagai fondasi kepemimpinan.

Dengan karakter demikian, tidak mengherankan jika ia dipercaya mengemban amanah sebagai pemimpin. Kepemimpinannya diharapkan terus melanjutkan tradisi kebersamaan, kejujuran, dan kemanfaatan bagi seluruh warga.

Barakallah. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here