Era Mantan Dirut Arif Suhartono, Pelindo Raih Laba Cemerlang hingga Februari 2026

0
40
- Advertisement -

PINISI.co.id- Di era kepemimpinan Direktur Utama Arif Suhartono, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menunjukkan tren pertumbuhan kinerja yang signifikan pascamerger besar yang dilakukan pada Oktober 2021. Hingga awal tahun 2026, kinerja keuangan dan operasional perusahaan terus mencatatkan capaian positif sebagai hasil dari transformasi, standarisasi, dan digitalisasi layanan di seluruh pelabuhan Indonesia.

Kinerja Keuangan dan Operasional
Berdasarkan laporan kinerja hingga akhir 2025 dan proyeksi awal 2026, Pelindo mencatat sejumlah capaian penting. Pendapatan usaha sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp34,8 triliun, menunjukkan konsistensi pertumbuhan setelah merger. Sementara itu, laba bersih Semester I 2025 mencapai Rp1,6 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp611 miliar.

Dari sisi operasional, arus peti kemas dan barang pada awal 2026 dilaporkan terus mengalami peningkatan. Sebagai gambaran, target arus peti kemas pada 2025 ditetapkan sekitar 18,3 juta TEUs, dan realisasi awal 2026 menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan di berbagai terminal, seperti TPK Perawang dan TPK Pontianak.

Hingga akhir 2024 dan awal 2025, Pelindo juga memberikan kontribusi signifikan kepada negara melalui dividen, pajak, dan PNBP dengan total mencapai Rp7,47 triliun.

Faktor Pendorong Kenaikan Laba
Keberhasilan peningkatan kinerja Pelindo di era Arif Suhartono tidak terlepas dari sejumlah inisiatif strategis. Salah satunya adalah transformasi pascamerger, yakni penyatuan empat entitas Pelindo menjadi satu perusahaan, sehingga koordinasi menjadi lebih efisien dan biaya operasional yang tumpang tindih dapat ditekan.
Selain itu, standarisasi operasional di seluruh pelabuhan berhasil menurunkan durasi sandar kapal (port stay) dan waktu tunggu barang (dwelling time). Pemanfaatan sistem digital, seperti platform Phinisi dan berbagai aplikasi pendukung logistik lainnya, turut mempercepat proses administrasi dan operasional, sehingga berdampak langsung pada peningkatan volume arus barang.

Hingga 2025, value creation hasil merger telah mencapai lebih dari Rp4,8 triliun, mendekati target Rp5,8 triliun yang ditetapkan sejak awal penggabungan.

Sebagai pengakuan atas kinerja tersebut, Pelindo kembali masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 pada akhir 2025, menempati peringkat ke-37 perusahaan dengan pendapatan terbesar di Indonesia, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam sektor infrastruktur kepelabuhanan nasional.

Dengan dukungan tim kerja yang solid, Arif Suhartono dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Pelindo serta peningkatan penerimaan negara, sekaligus memperkuat daya saing logistik nasional.(Syamsul Bahri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here