PINISI.co.id- Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Wilayah Sulawesi Selatan sukses menggelar kegiatan Halalbihalal di Hotel Claro Makassar, Ahad (29/3/2026).
Perhelatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini mengusung tema “Silaturrahim Menguatkan, Bisnis Bertumbuh, Berkah Mengalir.”
Ketua Panitia, H. Baidillah Sahabuddin, menyampaikan bahwa meski persiapan hanya dilakukan dalam waktu sepekan, kegiatan tersebut tetap sarat makna.
“Semoga momentum ini dapat mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku usaha muslim di Sulawesi Selatan,” ujarnya seperti dilansir portalAMANAH.com.
Hajatan ini dihadiri sekitar 380 undangan yang terdiri dari unsur pemerintah, DPRD, ormas Islam, serta para pelaku usaha dan stakeholder ekonomi di Sulsel.
Dalam sambutannya, Ketua ISMI Sulsel HM Yasin Azis, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H serta menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai sumber keberkahan.
Ia juga mengingatkan kembali jati diri ISMI sebagai organisasi yang lahir dari empat pilar besar, yaitu MUI, NU, Muhammadiyah, dan ICMI.
Menurutnya, ISMI hadir sebagai jembatan penguatan ekonomi umat dengan filosofi perjuangan yang khas. “Jika di luar sana prinsipnya time is money, maka di ISMI adalah time is challenge. Waktu adalah tantangan untuk berbuat kebaikan,” ucap Yasin Azis.
Ia menambahkan, pengurus ISMI merupakan sosok-sosok yang terus berikhtiar meningkatkan kualitas hidup dengan modal sabar dan syukur.
Apresiasi Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Kota Makassar melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zainal Ibrahim, memberikan apresiasi atas peran ISMI Sulsel dalam memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting konsolidasi ekonomi di Sulawesi Selatan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi. Saat ini, inflasi Kota Makassar berada di angka 2,6 persen, yang dinilai masih dalam kondisi kondusif bagi dunia usaha.
“Target kami menjaga inflasi di kisaran ideal ±2 persen. Ini dapat tercapai melalui kerja sama semua pihak, termasuk BI, Bulog, dan pelaku UMKM,” jelasnya.
Selain itu, Makassar juga disebut sebagai kota dengan capaian tertinggi dalam digitalisasi keuangan. Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Perekonomian sangat bergantung pada keamanan. Dengan dinamika sekitar 2.500 aksi demonstrasi per tahun, menjaga kondusivitas menjadi kunci agar investasi tetap berjalan,” tambahnya.
Tausyiah: Saudagar Profesi Mulia
Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Najamuddin Sapa, MA, Lc., dalam tausyiahnya menegaskan bahwa profesi saudagar memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Ia mengingatkan bahwa kejujuran dalam berdagang merupakan bagian dari nilai-nilai kenabian.
“Sebaik-baiknya pekerjaan adalah berdagang. Profesi ini sangat disanjung Rasulullah SAW. Saudagar yang amanah memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi umat,” ungkapnya.
Halalbihalal, Tradisi Khas Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa tradisi Halalbihalal merupakan budaya khas Indonesia yang tidak ditemukan di negara Islam lain.
Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk ijtihad budaya yang baik dan perlu terus dilestarikan.
“Halalbihalal adalah produk budaya Indonesia. Ini adalah adat yang baik (al-adah al-hasanah) yang harus terus dijaga,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran buku karya HM Yasin Azis berjudul “Spirit Saudagar Muslim”. Buku ini mengulas berbagai persoalan dunia usaha dalam perspektif syariah, dengan pendekatan nilai Ramadhan, kearifan lokal Bugis-Makassar, dan entrepreneurship.
Selain itu, ISMI Sulsel juga meluncurkan media resmi berbasis digital, www.saudagarmuslim.news�, sebagai sarana informasi dan syiar organisasi.
Sekretaris ISMI Sulsel, Tahir Burhan, menjelaskan bahwa platform tersebut dirancang untuk menggabungkan fungsi portal berita dengan kebutuhan publikasi program-program ISMI.
“Kami ingin menghadirkan media yang dinamis sekaligus menjadi ruang syiar bagi pengusaha muslim,” tutupnya. (Lif)














