PINISI.co.id- Inovasi pembelajaran berbasis permainan edukatif (game education) diterapkan di Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin (DMU) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Program bertajuk “Belajar Lebih Seru!” ini dilaksanakan pada 5 Desember 2025, bertepatan dengan semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, dengan sasaran utama santri jenjang Aliyah. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kajian akademik mahasiswa S2 UPI dalam menghadirkan model pembelajaran inovatif di lingkungan pesantren.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa program ini lahir sebagai respons atas tantangan rendahnya motivasi belajar santri pada sejumlah mata pelajaran, khususnya matematika. Menurutnya, pendekatan pembelajaran konvensional cenderung kurang menarik bagi generasi saat ini yang lebih responsif terhadap metode interaktif, menantang, dan menyenangkan.
“Melalui pendekatan game education, kami ingin menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, kompetitif secara sehat, serta mendorong santri lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa S2 UPI berkolaborasi dengan para guru pesantren untuk merancang skema pembelajaran berbasis permainan. Metode yang diterapkan meliputi sistem poin, level pencapaian, kuis kompetitif, tantangan kelompok, serta pemberian reward bagi santri yang menunjukkan partisipasi aktif dan peningkatan capaian belajar. Seluruh kegiatan berlangsung di ruang kelas dengan pendekatan kolaboratif, di mana mahasiswa dan guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran.
Program ini bertujuan meningkatkan motivasi intrinsik santri, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, serta membantu santri memahami konsep pembelajaran melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana implementasi teori-teori pendidikan modern dalam konteks pendidikan pesantren yang memiliki karakteristik khas.
Adapun target capaian program meliputi meningkatnya partisipasi aktif santri, naiknya rata-rata nilai evaluasi harian, serta terbentuknya budaya belajar kolaboratif di dalam kelas. Berdasarkan hasil evaluasi awal, santri menunjukkan antusiasme yang tinggi, lebih aktif berdiskusi, serta lebih bersemangat menyelesaikan tugas-tugas yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Mukhlisin menyambut positif pelaksanaan program ini dan berharap kerja sama dengan mahasiswa UPI dapat terus berlanjut melalui berbagai inovasi pembelajaran lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa UPI yang membawa pendekatan baru dalam pembelajaran. Semoga sinergi ini terus berkembang demi meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren,” ujarnya.
Program “Belajar Lebih Seru!” diharapkan menjadi model sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pesantren dalam meningkatkan mutu pembelajaran, sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. (Lif)













