JIKA HIDUP PELIT, REZEKI AKAN SULIT

0
31
- Advertisement -

Hikmah Abdul Hamid Husain 

Rasa pelit, lokek, kikir, dan sayang berlebihan terhadap harta adalah sifat manusiawi. Namun sifat ini jangan dipelihara, karena ia dapat membuat rezeki menjadi seret, sulit, dan seolah menjauh. Hidup pun terasa tidak pernah cukup selalu kurang dan kurang lagi.

Jika ingin rezeki dilapangkan, perbanyaklah bersedekah, berinfak, dan memberi, karena Allaah SWT telah berjanji akan menggantinya dengan balasan yang lebih banyak dan berlipat ganda.

Kisah nyata yang membuktikan janji Allaah atas sedekah. Di pinggir teras sebuah masjid, udara terasa dingin. Seorang ayah berdiri diam, memperhatikan seorang pengemis yang menyandarkan hidupnya dari pemberian para jamaah masjid.
Tiba-tiba, seorang gadis kecil melangkah ringan mendekat dan memasukkan beberapa keping koin ke dalam cangkir sang kakek.

Terpaku oleh pemandangan itu, lelaki tersebut berlutut dan bertanya kepada si kecil. “Sayang, koin-koin itu pasti berharga bagimu. Mengapa kamu memberikannya kepada kakek itu?”

Gadis kecil itu menjawab: “Aku tidak punya ayah. Ibuku bekerja keras siang dan malam, tapi kami tetap kekurangan. Kami harus menabung setiap sen yang kami punya.

Tadi malam, setelah sholat Maghrib, ibuku memelukku dan berbisik bahwa setiap kali kita berbagi kebaikan, Allaah sedang berjanji untuk membalasnya suatu hari nanti.”

“Jadi hari ini aku memberikan tabunganku kepada kakek tua itu yang sedang kedinginan, bahkan lebih dingin dari apa yang aku rasakan sekarang.”

Tenggorokan lelaki itu terasa tercekik. Ia lalu bertanya apa yang paling diinginkan gadis kecil itu di dunia ini jika ia memiliki uang.

Gadis kecil itu menunduk, meremas ujung bajunya yang tipis, lalu berkata: “Tahun lalu aku lama sakit karena bajuku terlalu tipis menahan angin, dan kami belum mampu membeli baju baru.”

Mata lelaki itu berkaca-kaca mendengar cerita tersebut. Ia mengulurkan tangannya dan berkata, “Mari, ikutlah aku.”

Ia membawa gadis kecil itu ke sebuah toko dan mempersilakannya memilih baju dan jaket yang ia inginkan. Saat baju dan jaket itu terpilih, gadis kecil itu terpaku, seolah tak percaya keajaiban bisa datang secepat ini.

Dengan suara bergetar, ia bertanya bagaimana ia bisa membalas kebaikan lelaki itu. Lelaki itu kembali berlutut, merapikan kerah jaket baru yang melapisi baju barunya, lalu berkata, “Ibumu tidak berbohong. Allaah adalah Tuhan Yang selalu menepati janji-Nya. Hari ini, kamu adalah jawaban atas doa kakek pengemis itu, dan aku hanyalah wasilah, perantara yang Allaah pilih untuk menjawab doa-doamu dan doa ibumu.”

“Teruslah menjadi orang baik, Nak. Peduli, suka menolong, memberi, dan bersedekah sesuai kemampuanmu. Karena suatu hari nanti, ketika aku membutuhkan pertolongan, aku yakin Tuhan akan mengirimkan seseorang sepertimu untuk menolongku.”

Sejauh kita bersedia menjadi tangan Tuhan bagi orang lain, sejauh itu pula Tuhan akan menjaga hidup kita dari hal-hal yang tak sanggup kita lalui sendiri.

Perintah Allaah untuk bersedekah. Allaah SWT memerintahkan kita agar rajin bersedekah dan berinfak, serta melarang perbuatan yang mencelakakan diri dan harta.

Allaah berfirman:
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
(البقرة الآية ١٩٥)

“Berinfaklah di jalan Allaah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah, sungguh Allaah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Baqarah, surah ke-2, ayat 195, halaman 30)

Catatan.
1. Tidak mudah menjadi orang pemurah, rajin memberi, dan rutin bersedekah. Sifat ini memerlukan iman tingkat tinggi, karena berbeda dengan teori “ilmu hitung” atau matematika yang berprinsip: jika diambil akan berkurang.

Sedangkan iman mengajarkan sebaliknya: jika memberi, justru akan bertambah berlipat ganda. Maka tingkatkan iman dan luruskan keikhlasan saat memberi.

2. Biasakan bersedekah, memberi, dan berinfak agar hidup menjadi lapang, damai, dan dicintai Allaah SWT.

3. Jangan menyesal di kemudian hari, karena Allaah SWT telah menjelaskan bahwa banyak orang yang menyesal saat ajal tiba.

Allaah berfirman:
وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم
مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
(المنافقون الآية ١٠)

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Wahai Tuhanku, seandainya Engkau menangguhkan kematianku walau sebentar, niscaya aku akan bersedekah dan menjadi termasuk orang-orang yang saleh.’” (QS Al-Munafiquun, surah ke-63, ayat 10, halaman 555)

4. Manfaatkan semaksimal mungkin bulan Sya’ban ini untuk memperbanyak sedekah. Minimal sediakan air minum kemasan dan berikan kepada petugas kebersihan, pemulung yang melintas di depan rumah. Sediakan pula beberapa botol di mobil untuk dibagikan kepada siapa saja yang kehausan.

Mari kita berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW:
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
(Allaahumma a‘innaa ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatika)
“Ya Allaah, bimbinglah kami agar selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here