PINISI.co.id– Kurang dari empat hari lagi PSBM XXVI digelar di Kota Anging Mammiri, KADIN Sulawesi Selatan berharap pelaksanaan PSBM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tahunan, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata berupa peningkatan investasi di daerah.
Hal itu diingatkan Ketua KADIN Sulawesi Selatan Andi Iwan Darmawan Aras, yang melihat para saudagar Bugis Makassar, Mandar dan Toraja, memiliki kekuatan besar berupa modal, jaringan luas, serta pengalaman bisnis yang matang. Potensi tersebut diyakini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan jika dikelola secara terarah dan berkelanjutan.
Menurut Iwan, kepulangan para saudagar ke kampung halaman harus diikuti kontribusi konkret, bukan sekadar simbolik. Kehadiran mereka diharapkan benar-benar mampu mendorong investasi, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat struktur ekonomi daerah.
“Sulawesi Selatan sendiri memiliki sejumlah sektor unggulan yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan, di antaranya pertanian, perikanan, serta industri pengolahan dengan nilai tambah tinggi. Selain itu, pembukaan akses pasar bagi UMKM, transfer pengetahuan, serta penerapan praktik bisnis modern juga menjadi kontribusi penting yang diharapkan dari para saudagar diaspora,” paparnya kepada PINISI.co.id.
Iwan menegaskan bahwa pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada ketersediaan modal, tetapi juga memerlukan akses pasar yang luas, manajemen profesional, serta koneksi bisnis yang kuat. Oleh karena itu, peran saudagar diaspora menjadi sangat strategis dalam mempercepat akselerasi tersebut.
“Pengusaha lokal pun didorong untuk tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan ikut “naik kelas” dan berperan aktif dalam rantai pasok yang lebih luas. Kolaborasi antara pengusaha besar dan pelaku usaha lokal diharapkan mampu menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Iwan yang juga Anggota DPR ini.
Dijelaskan bahwa ekosistem yang dibangun harus memungkinkan kemitraan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha besar dan UMKM lokal.
Lebih jauh, Iwan menekankan pentingnya hasil yang terukur dari pelaksanaan PSBM 2026, seperti jumlah investasi yang berhasil masuk, sektor-sektor yang dikembangkan, hingga jumlah tenaga kerja yang terserap.
Dengan begitu, posisi PSBM ke depan diharapkan dapat bertransformasi dari sekadar forum silaturahmi menjadi forum strategis yang berperan sebagai katalis investasi daerah serta penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. (Lif)












