PINISI.co.id- Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Bali periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di The Trans Resort Bali, Minggu (15/2/2026). H. Zainal Tayeb kembali didapuk untuk pimpin KKSS Bali untuk kesekian kali. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran warga diaspora Sulawesi Selatan di Pulau Dewata.
Tayeb mengatakan kerukunan ini adalah rumah bersama untuk mempererat konektivitas, relasi, dan kebersamaan, berlandaskan nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, dengan semangat one team, one spirit, one goal.
“Mari kita aktif dalam kegiatan sosial dan budaya, membangun sinergi, serta menjadi mitra strategis pemerintah demi kemaslahatan bersama, tanpa melupakan akar budaya: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Tayeb, yang sambutannya dibacakan Dr. Masrur Makmur.
Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua Harian Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS, Prof. H. A. M. Syakir, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan peneguhan amanah dan tanggung jawab organisasi.
“Hari ini bukan sekadar seremoni pelantikan. Hari ini adalah momentum kebersamaan, penguatan niat, dan peneguhan tanggung jawab. Pelantikan ini menandai dimulainya amanah baru sekaligus harapan baru bagi perjalanan KKSS di Bali,” ujar Prof. Syakir.
Dalam pidatonya, Prof. Syakir menyoroti pentingnya persatuan warga Sulawesi Selatan di Bali. Ia menekankan bahwa keberagaman latar belakang, profesi, dan generasi di tubuh KKSS harus menjadi kekuatan kolektif.
“Persatuan warga etnis Sulawesi Selatan di Bali adalah kekuatan utama kita. Perbedaan bukanlah jarak, melainkan kekayaan yang harus dirangkul. KKSS harus menjadi rumah yang menenangkan, tempat saling menguatkan,” katanya.
Prof. Syakir juga menegaskan arah strategis KKSS yang kini semakin berfokus pada sektor ekonomi dan pendidikan. Di bidang ekonomi, Satgas Ekonomi KKSS di tingkat pusat disebut terus mendorong penguatan jejaring usaha, pemberdayaan UMKM, serta kemandirian ekonomi warga.
Sementara di sektor pendidikan, KKSS berkomitmen menghadirkan Sekolah Unggulan KKSS sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.
Kepada generasi muda, Prof. Syakir menitipkan harapan agar pemuda KKSS mampu menjadi motor penggerak organisasi. “Pemuda bukan sekadar pewaris organisasi, tetapi penggerak masa depan. Energi, kreativitas, dan inovasi pemuda harus menjadi denyut baru KKSS,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Syakir turut menyinggung capaian Ketua Umum KKSS, Andi Amran Sulaiman, yang dinilai berhasil mendorong percepatan program swasembada pangan nasional.
“Capaian luar biasa Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaiman dalam mewujudkan swasembada pangan dari target empat tahun menjadi satu tahun patut kita apresiasi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prof. Syakir mengingatkan bahwa KKSS di Bali harus tumbuh dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap kearifan lokal. Ia menegaskan pentingnya harmoni sosial dan adaptasi budaya sebagai bagian dari kehormatan diaspora.
“KKSS di Bali harus hadir sebagai mitra yang santun, adaptif, dan kontributif. Menjaga nama baik Sulawesi Selatan dengan menghargai budaya Bali,” tuturnya.
Pelantikan BPW KKSS Bali periode 2025–2030 diharapkan menjadi titik awal penguatan program kerja organisasi, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda. (Man)













