PINISI.co.id- Pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bandung menegaskan pentingnya pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) sebagai fondasi utama penyusunan dan penguatan program strategis organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua KKSS Kota Bandung Ir. F. Ermaula Aseseang, MT., IAP, saat memberikan arahan pada Mukerda KKSS Kota Bandung yang digelar pada Sabtu, (24/1) di Aula Tadjudin, Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa No. 11, Bandung.
Mukerda secara resmi dibuka oleh Ketua KKSS Wilayah Jawa Barat, Sri Asri Wulandari, didampingi Sekretaris Andi Sofyan. Meski berhalangan hadir secara langsung karena mengikuti boot camp di Jakarta pada 23–24 Januari 2026, Ketua KKSS Jabar tetap menyampaikan arahan melalui Zoom. Kehadiran virtual tersebut tetap disambut antusias oleh para peserta Mukerda.
Dalam arahannya, Sri Asri Wulandari, yang akrab disapa Ibu Sri, menegaskan bahwa Mukerda merupakan pedoman kerja organisasi yang bermuara pada lima tujuan dasar KKSS sebagaimana tertuang dalam Bab IV Pasal 7 AD KKSS.
“Meskipun AD/ART menetapkan Mukerda minimal satu kali, sebaik-baiknya Mukerda dilaksanakan di awal periode. Di sinilah seluruh program dirumuskan dan disepakati,” ujarnya.
Ketua KKSS Jabar dua periode ini juga menyampaikan kabar gembira bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pelantikan beberapa Badan Pengurus Daerah (BPD), di antaranya Bekasi, Bogor, dan Kota Bandung.
Sejalan dengan arah kebijakan DPW KKSS Jawa Barat, Mukerda KKSS Kota Bandung yang dipimpin oleh tiga pimpinan sidang yaitu Ermaula Aseseang, Solihin Samad, dan Andi Munthu. Mereka memfokuskan pembahasan pada penguatan kerukunan serta peningkatan hubungan kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan yang harmonis di setiap kecamatan melalui Badan Pengurus Cabang (BPC).
Isu penguatan organisasi dibahas secara mendalam dalam Komisi Pemantapan Organisasi yang dipimpin oleh Andi Kadir, SE., MMInov.
Sementara itu, Komisi Program Kerja yang diketuai Ir. Muhammad Ramadhan merumuskan agenda peningkatan kualitas ekonomi dan kesejahteraan anggota melalui koperasi, penguatan eksistensi organisasi melalui kegiatan sosial dan keagamaan, serta pelaksanaan kegiatan Ramadhan seperti buka puasa bersama dan salat tarawih.
Dalam rangka menyambut HUT Emas KKSS ke-50, KKSS Kota Bandung juga merencanakan penyelenggaraan seminar atau sarasehan berskala nasional. Kegiatan ini akan melibatkan Lembaga Budaya dan Lembaga Cendekiawan KKSS Kota Bandung, serta bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga nasional maupun internasional.
Untuk diketahui, Lembaga Budaya KKSS Kota Bandung diketuai oleh Dr. Herawati, yang saat ini menjabat Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, sedangkan Lembaga Cendekiawan dipimpin oleh Dr. Hamzah Latif, pakar tsunami Indonesia.
Mukerda tersebut turut dihadiri para sesepuh dan pengurus KKSS Kota Bandung, di antaranya Ir. Andi Syahrir Mangga, Ketua Dewan Pembina Ir. Mustamin Mardjaing, Ketua Dewan Penasihat Dr. Agus Salide, MH, para Wakil Ketua H. Nursyahadat Syam, Rini Hanafi, SE, Andi Kadir, SE., MMInov, Ketua Lembaga Hukum Rustam Baso Taba, MH, Ketua IWSS Kota Bandung Hj. Hasnaeni, serta pengurus inti lainnya.
Saat ini, kepengurusan KKSS Kota Bandung terdiri dari sekitar 25 orang yang aktif dalam pengambilan keputusan strategis. Untuk meningkatkan efektivitas kerja, kegiatan rutin diarahkan dikelola secara mandiri melalui komunitas atau pilar otonom.
Beberapa komunitas yang telah dan akan dikembangkan antara lain komunitas hobi dan olahraga, koperasi, perhimpunan saudagar, perhimpunan cendekiawan, serta komunitas mahasiswa. Salah satu contoh kegiatan mandiri yang telah berjalan adalah Dominomania, yang sukses melaksanakan kegiatan perdananya dan kini beroperasi secara otonom tanpa keterlibatan teknis langsung pengurus harian.
Dengan skema tersebut, pengurus KKSS Kota Bandung dapat lebih fokus pada perumusan kebijakan strategis, sementara kegiatan teknis dan berkelanjutan berjalan dinamis melalui komunitas-komunitas yang ada. (Solihin Samad)













