Kompleksitas Politik Kawasan

0
52
- Advertisement -

Kolom Mubha Kahar Muang

Kuwait menarik perhatian dunia ketika diserbu Irak pada 2 Agustus 1990 hingga terjadi peperangan yang dikenal dengan Gulf War.

Konflik Irak- Kuwait.

Semua berubah pada dataran tandus itu ketika ditemukan ladang minyak sekitar 1937 di Kuwait. Kuwait pun melesat menjadi salah satu negara kaya di Jazirah Arab.

Letak Kuwait berbatasan dengan Irak di utara dan Arab Saudi di sebelah selatan.

Pada abad ke-3, wilayah pesisir Kuwait dijajah Yunani di bawah pimpinan Alexander Agung.

- Advertisement -

Sekitar tahun 224, Kekaisaran Persia Sassania menjadikan Kuwait bagian dari kekuasaannya.

Persia Sassania ketika itu memiliki pengaruh yang cukup besar, bahkan bangsa Romawi menganggap bangsa Persia Sassania sebagai satu-satunya bangsa yang berstatus sama dengan mereka.

Pada masa itu, Irak dan Kuwait menjadi satu pemerintahan di bawah Persia.

Pada tahun 636, Kekhalifahan Rasyidin memerangi Kekaisaran Sassania dan bertempur di Kuwait. Pertempuran tersebut berhasil dimenangkannya.

Kekhalifahan Rasyidin disebut juga Khulafaur Rasyidin, sebutan khusus bagi empat khalifah pertama dalam peradaban Islam. Sejak saat itu Kuwait menjadi bagian dari dunia Islam.

Tahun 661 Persia kembali menjadikan Irak dan Kuwait satu pemerintahan di bawah Persia.

Tahun 1535 Kesultanan Ustmaniyah atau dikenal sebagai Kesultanan Turki atau Kesultanan Ottoman memperluas kekuasaannya lalu merebut Bagdad dan Kuwait dari Persia.

Ketika kekuasaan Utsmaniyah surut tahun 1897, Britania Raya membantu pengembalian wilayah Utsmaniyah di semenanjung Balkan. Imbalannya Britania Raya menguasai beberapa wilayah di timur termasuk Kuwait.

Sejak saat itu Sheikh Mubarak selaku emir dari Dinasti Al-Sabah memperoleh pengakuan diplomatik atas Kuwait oleh Kesultanan Utsmaniyah tahun 1897.

Pengakuan itu dilanjutkan dengan ditandatanganinya traktat protektorat dengan Britania Raya pada 23 November 1899. 64 tahun kemudian Kuwait memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya, tepatnya 19 Juni 1961.

Ketika perang Irak- Kuwait, atau di kenal dengan PerangTeluk I, Kuwait didukung koalisi pasukan PBB dan NATO dipimpin Amerika Serikat (AS).

Awalnya Irak mengklaim bahwa Kuwait merupakan salah satu wilayahnya.
Selain alasan historis seperti ulasan diatas, diduga, serbuan Irak lebih disebabkan oleh kesulitan keuangan setelah perang delapan tahun melawan Iran.

Kesulitan keuangan Irak ketika itu diperparah dengan adanya kebijakan produksi minyak berlebihan oleh Kuwait dan Uni Emirat Arab. Ditengah kesulitan Irak untuk membayar hutang luar negerinya, termasuk kepada Kuwait dan Arab Saudi.

Upaya Irak meminta penghapusan hutang ditolak oleh Kuwait dan Arab Saudi.

Selain itu, perang juga dipicu oleh perselisihan antara Irak dan Kuwait atas Ladang Minyak Rumeyla.

Irak menganggap Kuwait sengaja menyedot minyak masuk di wilayah Irak.

Saddam Hussein, pemimpin Irak, menyebut perang ini sebagai perang ekonomi.

Sehari setelah serbuan Irak pada 3 Agustus 1990, PBB mengeluarkan ultimatum agar Irak menghentikan serbuannya.

PBB pun memberi sanksi embargo pada 6 Agustus 1990.

Sehari setelah itu Kuwait meminta bantuan AS agar Irak menarik pasukannya dari Kuwait.

Pada 8 Agustus 1990 Irak mengumumkan telah menganeksasi Kuwait.

AS mengirim bantuan pasukan disusul oleh negara-negara Arab. Afrika Utara dan Niger ikut mengirim pasukan, juga beberapa negara Eropa seperti Inggris, Perancis dan Jerman Barat, termasuk beberapa negara Eropa Utara dan Timur. Dua negara Asia, Bangladesh dan Korea Selatan, juga mengirimkan pasukan.

Pasukan negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen Khalid bin Sultan. Sementara Pasukan AS dan Eropa dig bawah komando Jenderal Norman Schwarzkopf dan Jenderal Collin Powell.

29 November 1990 PBB mengultimatum Irak untuk meninggalkan Kuwait hingga 15 Januari 1991.

Perundingan James Baker dengan menteri luar Negeri Irak, Tareq Aziz pada 9 Januari 1991 gagal. Irak tidak bersedia menarik pasukannya.

12 Januari 1991 George Bush mendapat persetujuan Kongres AS untuk menyatakan perang terhadap Irak.

Tanggal 17 Januari, pasukan koalisi menggempur Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya dari udara dalam operasi Desert Storm.

Serangan tersebut menyasar sistem komunikasi Irak, kilang minyak, bangunan pemerintah dan memutus akses jalan di seluruh Irak.

Irak melancarkan serangan balasan ke Israel, terutama Tel Aviv dan Haifa serta wilayah Dhahran di Arab Saudi.

Irak melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur-sumur minyak Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia.

Pada saat itu Uni Soviet melakukan upaya diplomasi dengan tawar-menawar perdamaian antara Irak dengan Uni Soviet melalui Mikhael Gorbachev dan Yevgeny Primakov, tetapi ditolak Presiden Bush pada 19 Januari 1991.

Setelah itu Uni Soviet tidak lagi melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB.

Pertengahan Februari pasukan koalisi mulai mengalihkan serangan melalui jalur darat di wilayah Irak dan Kuwait.

Israel diminta oleh AS untuk tidak melakukan serangan balasan karena khawatir kekuatan militer negara-negara Arab berbalik sehingga dapat mengubah jalannya peperangan.

Operasi yang dilancarkan dari wilayah darat Saudi Arabia pada 24 Februari, berhasil memukul mundur pasukan elite Irak.

Pasukan koalisi berhasil membebaskan Kuwait dari invasi Irak pada 27 Februari 1991

Keesokan harinya pasukan Irak secara resmi meninggalkan Kuwait.
Kemenangan ini disambut sukacita oleh rakyat Kuwait.

Efek dari perang tersebut, Kuwait mengeluarkan biaya perbaikan infrastruktur minyak lebih dari 5 miliar dollar AS, dan AS konon mengeluarkan biaya operasional sebesar 102 miliar dollar AS.

Sejak itu Kuwait sangat tergantung kepada AS, khususnya di bidang militer.

Konflik Iran- Irak

Yang menarik, ketika Perang Iran – Irak selama delapan tahun, 1980-1988 Kuwait dan Arab Saudi mendukung Irak.

Mengapa Irak menyerang Iran ?
Diduga karena revolusi Syiah di Iran yang menggulingkan Mohammad Reza Pahlevi, oleh Saddam khawatir revolusi tersebut akan menyuburkan revolusi Syiah di Irak yang pada akhirnya akan menggulingkan kekuasaannya.

Selain itu, perang mungkin dipicu oleh keinginan Irak menguasai Sungai Shatt al-Arab, jalur air yang dibentuk oleh pertemuan Sungai Tigris dan Efrat yang berbatasan antara Irak dan Iran. Wilayah yang dikenal memiliki sumber minyak yang besar.

Berkaitan dengan revolusi yang terjadi di Iran, banyak negara lain khawatir dengan paham ekstrim dari Iran, sehingga mayoritas negara tetangga yang Muslim Sunny membantu Irak seperti Arab Saudi dan Kuwait.

Situasi revolusi Iran juga membuat AS khawatir. Pasalnya, jika Iran mempengaruhi negara-negara di Timur Tengah untuk melakukan revolusi hal tersebut bisa menenggelamkan pengaruh AS dan sekutunya, terutama dalam pengolahan minyak. Karena itu AS juga memberi bantuan ke Irak.

Sebaliknya, selain sekutu utama Iran yaitu Suriah dan Libya yang membantu Iran selama Perang Iran-Irak adalah Israel.

Israel merupakan salah satu pemasok utama peralatan militer bagi Iran selama perang.

Israel juga menyediakan instruktur militer dan pada gilirannya menerima intelijen Iran yang membantu melaksanakan Operasi _Opera_, yaitu serangan udara Israel terhadap reaktor nuklir Irak di Osirak, tahun 1981.

Operasi yang tentu sangat diinginkan oleh Israel untuk dapat menghancurkan reaktor nuklir Irak.

Perang Irak secara terbuka dibiayai oleh Arab Saudi, Kuwait, dan negara-negara Arab tetangga lainnya dan secara diam-diam didukung oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Pelajaran Bagi Indonesia.

Pengalaman sejarah mengajarkan bahwa potensi sebuah wilayah adalah anugerah tetapi sekaligus dapat menjadi bencana.

Keberpihakan dalam perang sangat tergantung kepentingan masing-masing negara.

Kita patut bersyukur kehadirat Ilahi bahwa para pendiri negeri ini sudah menetapkan Visi negara dan misi pemerintahan dan sikap kita terkait politik luar negeri sebagaimana yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Karena itu segenap komponen bangsa harus memahami semangat pendiri negeri ini, begitu pula pemimpin yang baru terpilih agar tetap konsisten menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan pengelolaan bangsa dan negara.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here