PINISI.co.id- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan Launching Pasar Tani PKS bertema “Petani Kuat, Peternak Kuat, Nelayan Kuat. Indonesia Berdaulat” di Kantor DPTP PKS Kabupaten Bogor, Jl Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor pada Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PKS dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan ekonomi kader dan masyarakat.
Presiden PKS, Dr Almuzzammil Yusuf MSi, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pasar Tani yang diinisiasi oleh Bidang Tani, Peternak, dan Nelayan DPP PKS. Dalam pidato sambutannya beliau berpesan bahwa, “Kami menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Pasar Tani PKS. Ini adalah bagian dari kepedulian dan komitmen PKS kepada para petani lokal agar terus tumbuh, berdaya, dan semakin sejahtera,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kesejahteraan bangsa. Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Quraisy ayat 3 dan 4, Almuzzammil menyebutkan bahwa terbebas dari lapar dan hadirnya rasa aman adalah dua pilar kesejahteraan sebuah negara. “Karena itu, Pasar Tani bukan sekadar kegiatan ekonomi, melainkan juga sebagai gerakan strategis untuk memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Almuzzammil, Pasar Tani merupakan gerakan ekonomi berbasis gotong royong antara kader PKS dan masyarakat. “Pasar Tani adalah gerakan ekonomi untuk membangun habitat ekonomi gotong royong di antara kader. Antar kader saling bergandengan tangan, menguatkan ikatan, serta mengulurkan bantuan ekonomi berbasis kekuatan sendiri. Inilah semangat ta’awun, saling tolong-menolong dalam kebaikan,” paparnya.

Ia juga menyoroti paradoks yang selama ini terjadi dalam rantai distribusi pangan. Di satu sisi, petani kerap merugi saat panen raya karena harga anjlok dipermainkan tengkulak.
Di sisi lain, masyarakat justru menghadapi harga kebutuhan pokok yang tinggi di pasar. “Pasar Tani hadir mempertemukan petani, peternak, dan nelayan dengan kader serta masyarakat, agar tercipta transaksi yang sederhana, mudah, dan saling menguntungkan. Petani tersenyum karena mendapatkan harga yang layak, konsumen pun bahagia karena memperoleh barang yang segar, berkualitas, dan terjangkau,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Almuzzammil mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lingkungan sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan harian. Iapun mengajak seluruh struktur, kader, dan pejabat publik PKS di seluruh Indonesia untuk mendukung serta menyukseskan Gerakan Pasar Tani PKS. “Jadikan Pasar Tani PKS sebagai pasar tempat belanja harian untuk membeli sayur, ikan, beras, kopi, gula, dan seluruh kebutuhan pokok lainnya,” himbaunya.
Menutup sambutannya, Almuzzammil menyampaikan harapan agar Gerakan Pasar Tani PKS menjadi penguat solidaritas dan kemandirian ekonomi rakyat. “Selamat dan sukses atas peresmian dan peluncuran Gerakan Pasar Tani PKS. Dari PKS untuk masyarakat,” pungkasnya.
Senada dengan Almuzzammil, dikesempatan yang sama Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN), Riyono Caping menyampaikan bahwa Pasar Tani merupakan program unggulan Bidang Petani Peternak dan Nelayan untuk menjalankan agenda nasional PKS di bidang kemandirian ekonomi.
“Pasar Tani sebagai program unggulan Bidang Tani Ternak Nelayan untuk menjalankan program nasional kita yang berkaitan dengan ekonomi mandiri,” katanya.
“Kita mulai dari yang terdekat. Jika kita punya lahan kosong, kita tanami sayuran. Kita pelihara ayam. Gerakan ekonomi mandiri ini kita mulai dari yang paling sederhana, paling merakyat, dan bisa dilakukan oleh semua orang,” ujar Riyono.
Iapun menegaskan bahwa Pasar Tani bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan membangun ekosistem ekonomi rakyat.
Menurutnya, Pasar Tani menjadi ruang yang didorong untuk menghidupkan UMKM dan memperkuat rantai distribusi produk petani, peternak, dan nelayan secara langsung kepada masyarakat. “Pasar Tani menjadi ekosistem yang kita dorong untuk menghidupkan UMKM. Secara nasional, kita ikut mendukung kedaulatan pangan, salah satunya pada komoditas beras yang sudah kita capai di beberapa kabupaten/kota,” tambahnya.
Riyono juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada 79 DPD yang terlibat dalam pelaksanaannya di berbagai daerah di Indonesia.
Untuk pelaksanaan Pasar Tani Nasional selama 2 hari, PKS menargetkan minimal omzet sebesar Rp 1 miliar. Sementara itu, BPPN secara nasional menargetkan perputaran ekonomi dari program Pasar Tani mencapai minimal Rp 10 miliar dalam satu tahun.
Melalui program ini, PKS menegaskan komitmennya dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional serta membangun fondasi ekonomi rakyat yang kokoh, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.
“Pasar Tani adalah pasarnya kader untuk masyarakat. Kita ingin kader hadir membawa manfaat ekonomi, menggerakkan produksi, distribusi, dan konsumsi secara sehat dan mandiri,” pungkas Riyono. (Irfan)













