Membangun Kehidupan Bersama dalam Kebersamaan

0
31
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

Warga KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan) merupakan bagian dari masyarakat di mana pun mereka berdomisili, baik secara tetap maupun sementara.

Kehadiran warga KKSS di luar tanah kelahiran dan kampung halaman dimaknai sebagai hijrah, yakni ikhtiar membangun kehidupan yang lebih baik bersama masyarakat setempat.

Warga KKSS di perantauan telah membudayakan filosofi: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” atau dalam ungkapan Bugis Makassar: “Tegai lipu rituju okutoniro rionroi paranrung sengereng,” yang bermakna bahwa di mana pun perahu berlabuh, di situlah sauh diturunkan untuk memulai kehidupan baru bersama masyarakat tempatan.

Dengan filosofi yang telah mengakar dalam kehidupan orang Bugis Makassar tersebut, kehadiran perantau KKSS pun senantiasa disambut baik di mana pun mereka bermukim. Nilai budaya ini tetap menjadi ruh perekat persaudaraan warga KKSS hingga akhir zaman.

Memberdayakan Saudagar Bugis Makassar

Pemberdayaan Saudagar Bugis Makassar harus diprioritaskan untuk kepentingan bersama warga tempatan, sekaligus diarahkan bagi kemaslahatan bangsa.
Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi unggulan sumber daya alam dan ekonomi di masing-masing daerah, guna mendukung percepatan terwujudnya kesejahteraan rakyat, sejalan dengan cita-cita pembangunan Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, program Saudagar Bugis Makassar perlu disusun secara terencana, terukur, dan terintegrasi dengan agenda pembangunan nasional.

Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke depan tidak lagi sebatas silaturahmi Lebaran atau pulang kampung yang bersifat ad hoc, melainkan menjadi forum strategis yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here