Mentan Amran Perkuat Ekonomi Rakyat, Stabilkan Harga Pangan, dan Salurkan Bantuan Ramadan

0
55
- Advertisement -

PINISI.co.id- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus memperkuat peran sektor pertanian sebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Melalui kolaborasi dengan mahasiswa, penguatan hilirisasi, stabilisasi harga pangan, serta aksi sosial menjelang Ramadan, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan komitmen menghadirkan pertanian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.

Gandeng Mahasiswa, Perkuat Brigade Pangan dan Hilirisasi

Dalam audiensi bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (19/2/2026), Mentan Amran menggandeng Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Pandu Tani Indonesia (PATANI), Korps HMI Wati (KOHATI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Kolaborasi ini difokuskan untuk memperkuat program strategis Kementan, mulai dari Brigade Pangan, cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan, hingga percepatan hilirisasi produk pertanian.

“Semua ikut bantu negara. Kita ingin ekonomi digerakkan oleh pemuda Indonesia. Tanpa kolaborasi, pertanian tidak akan maju,” tegas Mentan Amran.
Ia memaparkan program prioritas pengembangan perkebunan rakyat seluas lebih dari 800 ribu hektare dengan anggaran Rp9,9 triliun, mencakup kakao, mete, kelapa, kopi, dan komoditas strategis lainnya. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah seluas 225 ribu hektare dengan dukungan anggaran Rp8 triliun.

Mentan Amran menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan program. “Tidak ada fee, tidak ada calo. Ini gerakan ekonomi rakyat. Presiden ingin ekonomi berpihak kepada masyarakat. Koruptor harus digilas,” ujarnya.

Ia juga mendorong percepatan hilirisasi agar nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri. Sebagai contoh, kelapa yang diekspor mentah seharga Rp1.300 per kilogram dapat meningkat nilainya hingga Rp145.000 per kilogram jika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO).

“Ini peluang emas untuk menguasai ekonomi kerakyatan,” katanya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan, sektor pertanian harus menjadi instrumen redistribusi kesejahteraan. “Pertumbuhan ekonomi harus menjadi milik rakyat, bukan hanya konglomerasi,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum KAMMI, Jundi, menyampaikan bahwa kader KAMMI telah menjalankan Brigade Pangan di Kalimantan Barat dan berhasil meningkatkan produktivitas hingga 5 ton per hektare, serta mengembangkan peternakan ayam petelur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Stabilkan Harga Cabai, Kementan Guyur Pasokan ke Pasar Induk

Sementara itu, Kementerian Pertanian bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) menggelar aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta, guna menekan lonjakan harga cabai rawit merah yang sempat menembus Rp120.000 per kilogram.
Dalam aksi ini, cabai rawit dijual seharga Rp55.000 per kilogram. Pasokan sekitar 980 kilogram didatangkan dari Magelang, Jawa Tengah, serta akan disusul dari Bandung, Sumedang, dan Cianjur, Jawa Barat.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga tanpa merugikan petani.

“Harga di tingkat petani Rp50.000 per kilogram, di PIKJ Rp55.000. Kami harapkan di konsumen maksimal Rp65.000 per kilogram,” jelasnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menambahkan bahwa stok nasional cabai dalam kondisi aman dan surplus. Aksi ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau sampai harga kembali stabil.

Langkah ini dilakukan Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, paguyuban pedagang PIKJ, serta dinas daerah guna memastikan distribusi berjalan lancar.

“Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum,” tegas Mentan Amran.

Sambut Ramadan, Mentan Salurkan 100 Ton Beras di Makassar

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Mentan Amran juga menyalurkan bantuan pribadi sebanyak 100 ton beras kepada masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas).

Sebanyak 20 ribu karung beras ukuran 5 kilogram didistribusikan langsung oleh 200 relawan alumni Unhas kepada warga yang membutuhkan.

“Ramadan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian. Jangan biarkan ada saudara kita yang kelaparan,” ujar Mentan Amran saat Kick Off Bakti Sosial di AAS Building, Makassar.

Selain bantuan pribadi, Mentan Amran mengungkapkan bahwa pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk bantuan sosial Ramadan guna memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas pangan.

“Rp11 triliun kita keluarkan untuk bansos Ramadan agar masyarakat tenang menjalani ibadah,” tegasnya.

Ia menegaskan, semangat berbagi akan terus dijalankan, baik sebagai pejabat negara maupun secara pribadi melalui yayasan sosial yang dibangunnya.

Rangkaian langkah ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam membangun pertanian berbasis rakyat, memperkuat ketahanan pangan nasional, menstabilkan harga, sekaligus menumbuhkan solidaritas sosial.
Kolaborasi dengan generasi muda, penguatan hilirisasi, stabilisasi harga, dan kepedulian sosial menjadi pilar utama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat luas. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here