Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-26: Momentum Bersinergi Membangun Indonesia Emas 2045

0
53
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

Hakikat dari tema PSBM ke-26 menegaskan bahwa pertemuan Saudagar Bugis Makassar tidak semata-mata dimaknai sebagai ajang silaturahmi pulang kampung atau sekadar melepas rindu pasca-Lebaran. Lebih dari itu, PSBM ke-26 menjadi momentum penting bagi komunitas Saudagar Bugis Makassar untuk menegaskan perannya sebagai bagian dari elemen bangsa dalam proses membangun Indonesia Emas 2045.
Indonesia Emas pada hakikatnya merupakan perwujudan cita-cita dan tujuan kemerdekaan bangsa. Cita-cita itu adalah terbangunnya bangsa yang makmur, adil, cerdas, dan berdaulat. Berdaulat dalam kekuasaan politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi melalui pengelolaan sumber daya bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Tujuan kemerdekaan sebagai bangsa dan negara tersebut telah terabadikan secara tegas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Saudagar Bugis Makassar dan Keunggulan Sumber Daya Alam

Pertanyaan penting berikutnya adalah bagaimana memberdayakan sumber daya keunggulan tersebut secara nyata.
Sumber daya unggulan Indonesia mencakup sektor pertanian dan perkebunan, perikanan dan kelautan, pertambangan dan energi, serta pariwisata beserta seluruh unsur pendukungnya. Sektor-sektor strategis ini tersebar di berbagai wilayah tempat bermukim komunitas Saudagar Bugis Makassar, seperti Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.
Di wilayah-wilayah tersebut, Saudagar Bugis Makassar memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi unggulan daerah sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal. Dalam praktiknya, para saudagar ini juga dapat bersinergi dengan saudagar tempatan di seluruh Nusantara, yang pada umumnya merupakan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) setempat.

Pada intinya, untuk bergerak bersama menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, diperlukan sinergi yang kuat antara para saudagar dan pemerintah. Gagasan yang tertulis tidak boleh berhenti sebagai retorika, melainkan harus diwujudkan dalam gerakan nyata yang terukur dan berkelanjutan.

Pandangan ini kiranya dapat menjadi masukan strategis bagi pelaksanaan PSBM ke-26 yang mengusung tema “Membangun Spirit Kepeloporan dan Etos Entrepreneurship Saudagar Bugis Makassar Menyongsong Indonesia Emas 2045.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here