PINISI.co.id– Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 dikemas dengan konsep baru yang selaras dengan tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”. Salah satu inovasi yang dihadirkan panitia adalah penyelenggaraan Business Matching Class yang mempertemukan buyer, seller, dan produsen dalam satu forum terstruktur.
Wakil Ketua Panitia, A. Muktadir Taiyeb, menjelaskan bahwa format baru ini dirancang untuk mendorong terjadinya interaksi bisnis secara langsung di arena PSBM. Kegiatan diawali dengan sesi utama Success Story yang menghadirkan Ketua Umum KKSS, Andi Amran Sulaiman, sebagai keynote speaker di Ballroom Phinisi. Seluruh peserta PSBM akan mengikuti sesi pembuka ini.
Setelah itu, peserta akan dibagi ke dalam tiga kelas tematik Class Success Story yang enghadirkan enam gubernur aktif yang memiliki garis keturunan Sulawesi Selatan, di antaranya dari Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara. Selain itu, turut hadir tiga pengusaha asal Sulawesi Selatan.
Melalui sesi ini, peserta diharapkan memperoleh inspirasi, strategi, serta peluang usaha di berbagai daerah. Kelas ini juga menghadirkan praktisi pengusaha muda, termasuk sosok pengusaha perempuan yang sukses di bidang bisnis dan politik.
Lalu Class Bisnis Kopi yang mempertemukan petani kopi dari Toraja, Enrekang, dan Gowa dengan pelaku industri kopi nasional, buyer, akademisi, serta pelaku usaha warkop dan kafe.
Forum ini tidak hanya membahas rantai bisnis kopi dari hulu ke hilir, tetapi juga menjadi ajang transaksi ekspor ke Tiongkok dan Belanda. Peserta juga akan menikmati sajian kopi dari lima pelaku usaha kopi terpilih.
Kemudian Class Investasi di mana peserta akan mendapatkan gambaran peluang investasi di Sulawesi Selatan. Narasumber yang dihadirkan antara lain Gubernur Sulawesi Selatan dan Wali Kota Makassar, serta pelaku usaha dari Kalimantan Barat dan sektor pengelolaan lingkungan.
Khusus untuk Class Bisnis Kopi dan Class Investasi, kegiatan akan dipusatkan dalam skema business matching di Jasmin Room, Hotel Claro Makassar.
Muktadir menegaskan, format baru ini diharapkan menjadikan PSBM bukan sekadar ajang silaturahmi dan halal bihalal, tetapi juga sebagai ruang transaksi nyata antar saudagar Bugis Makassar.
“Ini merupakan arahan langsung Ketua Umum KKSS, Andi Amran Sulaiman, agar PSBM benar-benar menjadi tempat bertemunya para saudagar untuk bertukar informasi, membuka peluang, hingga melakukan transaksi bisnis,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian business matching, panitia mengungkapkan adanya rencana penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU), meliputi ekspor kopi ke Taiwan dan Belanda, serta pendanaan untuk koperasi.
Selain itu, diharapkan pula lahir berbagai kesepakatan investasi lainnya selama kegiatan berlangsung. (Lif)













