Makassar – Program pembangunan Sekolah Unggulan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menunjukkan progres signifikan. Proyek yang digagas Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman sejak peletakan batu pertama pada 20 April 2025 tersebut berhasil direalisasikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
Sebelumnya, dalam pengukuhan BPP KKSS pada 22 Juni 2025 di JW Luwansa Hotel, Jakarta, Andi Amran Sulaiman menargetkan pembangunan Sekolah Unggulan KKSS dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun. Namun, melalui kerja cepat Tim Satgas Pendidikan, target tersebut berhasil dipercepat hingga rampung pada 31 Desember 2025.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Satgas Pendidikan BPP KKSS yang dipimpin oleh Gogot Suharwoto bersama Muhammad Ramli Rahim selaku National Leader Project, serta AM Rezky R Mulyadi sebagai Ketua Yayasan Sekolah Unggulan KKSS.
Muhammad Ramli Rahim menyampaikan bahwa percepatan pembangunan ini merupakan hasil kerja kolektif dan komitmen kuat seluruh tim dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi generasi Sulawesi Selatan.
“Sekolah ini tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga disiapkan sebagai pusat pembinaan generasi unggul yang memiliki kemampuan global, penguatan karakter, serta tetap berakar pada nilai budaya Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Selain pembangunan di Bone, Sulawesi Selatan, pengembangan jaringan Sekolah Unggulan KKSS juga terus dilakukan di berbagai daerah. Di Kalimantan Utara, tepatnya di Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, telah dilakukan penyerahan tanah dan bangunan oleh keluarga H. Achmad Laere dan Hj. Nurpaita (Alm) kepada Yayasan Sekolah Unggulan KKSS melalui notaris pada 13 Februari 2026.
Sementara itu, di Pekanbaru, proses pemetaan dan pemecahan sertifikat lahan milik Andi Zaenal Abidin Dulung telah selesai dan tengah memasuki tahap pelepasan hak. Di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, serta di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sejumlah aset lahan juga telah diserahkan untuk mendukung pengembangan sekolah unggulan tersebut.
Muhammad Ramli Rahim juga berharap Sekolah Unggulan KKSS di Bone dapat menjadi wadah bagi anak-anak diaspora Sulawesi Selatan dari seluruh Indonesia hingga mancanegara.
“Kami berharap setiap BPW dapat mengirimkan perwakilan siswa, baik dari keluarga kurang mampu maupun pembiayaan mandiri, agar sekolah ini benar-benar menjadi milik bersama keluarga besar KKSS,” tambahnya.
Sekolah ini dirancang untuk mencetak lulusan dengan kompetensi global, penguasaan bahasa asing, pemahaman agama yang kuat, serta kemampuan akademik dan kewirausahaan. Selain itu, siswa juga diharapkan memiliki jaringan persaudaraan yang kuat serta daya tahan menghadapi tantangan global.
Penerimaan siswa baru SMA Unggulan KKSS di Bone dibuka melalui tiga jalur, yakni jalur beasiswa penuh berasrama, jalur reguler berasrama, dan jalur non-asrama untuk masyarakat sekitar. Program ini diharapkan menjadi kontribusi nyata KKSS dalam mencetak generasi unggul Indonesia di masa depan. (AS)












