SELAMAT JALAN PROF. UMAR SYIHAB

0
70
- Advertisement -

PINISI.co.id- Kemarin siang, Jumat, waktu Hartfrod, Connecticut (CT), Amerika Seirkat, 20 Maret, ketika kami usai shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Berlin, CT, bukan di Berlin, Jerman, milik Dr. Ali Antar, sahabat Bapak Dr. Alwi Shihab. Saya dan keluarga bersama beberapa mahasiswa Indonesia kumpul di rumah saya, di Girard Avenue, sedang sarapan makanan khas Indonesia, sayur lontong, opor ayam, dll. Tiba-tiba, telepon saya bunyi dan disambar oleh istri saya, Novi, dilihat nama yang telepon Ibu Helmi (Emmy), istri Prof. Nasaruddin Umar, Menteri Agama. Beliau dengan nada pelan menyampaikan berita duka, “Dinda Saleh, kita kehilangan orang tua dan guru yang baik, Prof. Umar Syihab, baru saja wafat, kami bersama Kak Nasar dan beberapa staf Kementerian Agama masih di rumah duka. Kita doakan beliau ya Dinda”.

Kenangan Utama
Sebelum menulis artikel ini, mengirim berita duku ini ke beberapa teman dan posting di beberapa WhatsApp, sambil berusaha mengingat beberapa kenangan dengan Alm. Prof. Umar Syihab, penulisan namanya ejaan (sy) berbeda dengan keluarga Shihab (sh) lainnya. Pak Umar, jika tidak salah, adalah anak pertama Prof. Abdurrahman Shihab, Rektor pertama IAIN (UIN) Alauddin Makassar.

Pertama, saya dkk sempat diajar pengantar ilmu tafsir ketika kuliah di IAN Alauddin tahun 1988, walaupun beliau hanya beberapa kali masuk, karena kesibukannya sebagai Anggota DPR RI. Kelasnya dilanjutkan oleh asistennya, yang kini juga sudah guru besar, Prof. Dr. Muhammad Galib. Kedua, ketika saya dkk, tergabung Forum Mahasiswa Pascasarjana asal Sulawesi Selatan (FKMPASS), yang diketuai oleh Bang Ali Mocthar Ngabalin, menyiapkan ulang tahun ke-75 Alm. Prof. KH. Ali Yafie, dengan menerbitkan buku “Jati Diri Tempaan Fiqih,” Prof. Umar didaulat dan bersedia memberikan laporan Panitia di hotel Four Season, yang kini sudah dipugar dan berganti nama di kawasan Kuningan, HR. Rasuna Said, Jakarta.

Menjelang peluncuran dan syukuran 75 Tahun Pak Ali Yafie, saya ikut di mobil Pak Umar, dan diminta menyimak dan mencatat beberapa pointer sambutan Prof. Umar. Tulisan itu dibaca oleh beliau di malam 11 September 2001 waktu Jakarta. Esoknya, berita kami tenggelam oleh berita serangan teroris di World Trade Center (WTC) dan dinding Pentagon. Saya sudah beberapa kali melihat dari dekat dua bekas pengeboman itu sejak 2023.

Ketiga, saya dkk ikut membantu persiapan pernikahan putra pertama Pak Umar, Adi Syihab, yang kini jadi sahabat saya. Kemarin, Adi mengirim pesan ke saya, “Bang Saleh, “Inna lillahi wa inna ilaihi radjiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Aba kami Prof. Dr. Umar Syihab, Jumat (20 Maret 2026) pukul 20:12 WIB. Insya Allah, beliau dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, diampuni dosa-dosanya, dan diberi tempat yang terbaik di sisi Allah Swt. Aba dikuburkan di Pekuburan Cimanggis Aamiin YRA”.

- Advertisement -

Keempat, saya diundang oleh tim syukuran, penerbitan, dan peluncuran buku 75 Tahun Prof. Umar Syihab, “Kapita Selekta Mozaik Islam: Ijtihad, Tafsir, dan Isu-Isu Kontemporer”, Penerbit Mizan, Oktober 2014, di hotel Saripan Pasifik Jakarta. Ketika itu, saya ketemu beberapa keluarga besar Shihab.

Selamat jalan, bercahaya dan harum, serta sejuk di alam barumu di sana, wahai guru dan orang tua kami yang baik, Prof. Dr. Umar Shihab. “Aba wafat di umur 86 tahun, lahir di Rappang, Sidrap, 2 Juli 1939”, kata Adi Syihab.

Hartford, 21 Maret 2026. M. Saleh Mude

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here