Temu Bisnis Jadi Unggulan PSBM, Angkat Potensi Kopi Sulawesi Selatan ke Pasar Dunia

0
26
- Advertisement -

PINISI.co.id- Salah satu sesi yang paling dinantikan dalam rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI, yang digelar lusa di Makassar, adalah bussines matching atau acap disebut temu bisnis yang mengusung komoditas kopi sebagai produk unggulan Sulawesi Selatan.

Penanggung jawab bussines matching Pither Noble mengungkapkan, sesi ini
mempertemukan para pelaku usaha, petani, akademisi, hingga industri dalam satu forum terbuka.

Menurut Anggota Dewan Kopi Nasional ini, temu bisnis menjadi penting mengingat kopi asal Sulawesi Selatan, khususnya kopi toraja dan kalosi, telah lama dikenal sebagai salah satu kopi premium kelas dunia dengan cita rasa khas dan nilai ekonomi tinggi.

Bahasan ini juga menjadi relevan mengingat harga kopi arabika di Makassar dan sebagian besar wilayah di Sulawesi mencapai titik tertinggi. Satu kilogram kopi green bean mencapai Rp 160.000, naik puluhan persen dalam tiga bulan terakhir. Perang membuat pasar kopi dunia terdampak; dan tingginya permintaan di tingkat lokal membuat harga kopi justru semakin melambung.

Karena itu, kata Pither, temu bisnis kopi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor yang membahas ekosistem kopi secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.

- Advertisement -

Dari kalangan industri, PT Kopi Kapal Api melalui unitnya PT Sulotco akan diwakili oleh Ibu Jenny dengan makalah berjudul “Dari Lereng Gunung Sulawesi Selatan ke Meja Dunia”, yang mengulas perjalanan kopi lokal menembus pasar internasional.

Sementara itu, Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) menghadirkan Irsyan dengan topik “Kopi Menuju Ekosistem Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya keberlanjutan dalam rantai industri kopi nasional.

Perspektif petani akan disampaikan oleh Hariyadi, Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Tana Toraja, melalui makalah “Produksi dan Harapan Petani Kopi”, yang menggambarkan kondisi riil di lapangan serta tantangan yang dihadapi petani.

Dari kalangan akademisi, Reta akan mengangkat tema “Peranan Akademisi dalam Penguatan Ekosistem Kopi”, menyoroti kontribusi riset dan inovasi dalam pengembangan industri kopi.
Sementara itu, aspek teknologi digital akan dibahas oleh Sukmawati Syukur dari PT Global Staff Madani melalui makalah “Teknologi Digital Pendukung Ekosistem Bisnis Perkebunan Kopi”, yang menyoroti transformasi digital dalam meningkatkan daya saing sektor perkebunan.

Tak hanya diskusi, temu bisnis juga bakal diramaikan oleh partisipasi lima kafe kopi yang akan turut ambil bagian dalam memperkenalkan produk dan cita rasa kopi unggulan. Kelima kafe tersebut adalah Season Coffee, Control of Coffee, Tri Coffee, Cemistry Coffee, dan Galery Coffee.

Melalui ajang ini, Pither berharap PSBM tidak hanya menjadi ajang silaturahmi saudagar, tetapi juga menjadi ruang konkret dalam membangun jejaring bisnis, memperkuat rantai pasok, serta mendorong kopi Sulawesi Selatan semakin berjaya di pasar global. (Lif/Foto Istimewa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here