BERAGAM HARAPAN DIASPORA GLOBAL BPLN KKSS*
Hari Sabtu, 10 Januari, kami, pengurus dan aktivis KKSS, perwakilan dari beberapa negara di luar negeri bersyukur bisa bertemu secara online di bawah supervisi Bapak Prof. Dr. AM. Syakir, Ketua Harian BPP KKS, dan H. Ibnu Munzir, mantan Sekretaris Jenderal BPP KKSS.
Beberapa poin yang menjadi notulen pertemuan awal/perdana kami, untuk diteruskan ke Ketua Harian dan Departemen Diaspora dan Departemen lainnya, di BPP KKSS, dan laporkan ke Ketua Umum BPP KKSS dan pembina KKSS, sebagai berikut:
Pertama, pentingnya sinergi sistem pendidikan Indonesian dan dunia Barat, misalnya Inggris dan Amerika, kata Ince Dian, diaspora yang sedang Ph.D. di London, dan berharap disupervisi untuk membentuk Badan Pengurus Luar Negeri (BPLN) KKSS di Inggris. Menurut Ince, kampusnya, UCL Institute of Education sebagai pemegang peringkat nomor 1 QS World, bidang pendidikan dan ilmu sosial selama 12 tahun berturut-turut (2013-2025), sehingga sangat tepat untuk berkunjung belajar terkait pendidikan ataupun kebijakan pendidikan.
Kedua, tiga perwakilan BLN KKSS New York: Syaiful Hamid, Ketua, Andi Sjamsu, dan Bakrie Khadafi, kembali mengundang Ketua Umum BPP KKSS ke New York untuk melantik ulang Pengurusnya, setelah dilantik di tahun 2017 oleh Bapak Ibnu Munzir bersama rombongan Bapak M. Jusuf Kalla. Masih dari Amerika, oleh Dinny Aletheani, pengajar di Yale University, juga berharap ada perhatian putra-putri KKSS dikirim sekolah ke Amerika.
Ketiga, masih dari Amerika, Dr. Muthahhir Arif, Imam Masjid Istiqlal di Houston, Texas, juga mengundang dan berharap ke BPP KKSS segera mengagendakan pelantikan Pengurus BPLN KKSS Texas, dan mengirim beberapa imam masjid ke Amerika. Hari ini, telah terdata ada beberapa imam masjid di Amerika asal Sulawesi Selatan.
Keempat, dari Kanada, Ida Rafiqah, Ketua KKSS BPLN Kanada asal Soppeng, bersama Sekretaris Jenderal Brus Manstar, asal Bone dan isterinya, Herlinda Lanto, turut memeriahkan pertemuan perdana KKSS manca-negara ini. Teman-teman di Kanada juga berkenan memfasilitasi delegasi BPP KKSS ke Kanada kiranya akan membawa tim kesenian dan budaya, misi pendidikan dan ekonomi. Hal ini memungkinkan terutama atas dukungan Dubes baru RI untuk Kanada adalah berdarah Bugis, Bapak Muhsin Syihab
Kelima, dari Belanda, Sunarti dan Latif Gau, juga mengundang Ketua Umum KKSS dan rombongan ke Belanda, terutama pada 13 Juni untuk menyaksikan acara pameran budaya dan malam kesenian, dan berharap ada perhatian dari Pemerintah Sulawesi Selatan dan Departemen Seni Budaya BPP KKSS untuk mengirimkan tim kesenian dan pakaian adat Sulsel ke Belanda.
Keenam, perwakilan Timur Tengah, diwakili dari Mesir, Arab Saudi, termasuk Kazakstan, Afrika, dan Pakistan, diawali oleh Syamsu Alam Darwis, Muhammad Aidid, Andi Zulkarnain, Mujawwid Arif, juga ikut dan berharap ada perhatian pemerintah melalui BPP KKSS di bidang pendidikan, dan bisnis, misalnya ekspor ke negeri rantau mereka, dan berharap ada komunikasi lanjutan dengan Departeman Dunia Usaha atau sejenisnya di BPP KKSS.
Ada banyak harapan dari para diaspora yang selalu merasa bangga memiliki hubungan budaya, kultur, agama, dan emosi, dengan nenek moyang mereka dari bumi Sulawesi Selatan, bumi para pelaut dan perantau yang punya komitmen: sukses bersama dimana pun bumi dipijak, “taro deceng na-sengereng”, di mana pun kapal dan perahunya sandar, di bumi mana pun mereka merantau atau berdiaspora.
Inti dari pertemuan hari/malam ini, kami kembalikan ke Bapak Prof. Dr. Ir. AM. Syakir, Bapak Ibnu Munzir, Bapak Intiar, dkk, agar poin-poin notulen ini dibawa ke Rapat Harian BPP KKSS. Kami menunggu arahan lebih lanjut, terutama pertemuan dengan Ketua Umum secara online, untuk membahas masalah-masalah khusus di wilayah masing-masing para perantau ini, termasuk format pertemuannya yang terencana dengan baik oleh bidang Sekretariat BPP KKSS.
Terima kasih, kita maju, sukses, dan bahagia bersama, di mana pun kita berada hari ini dan esok. M. Saleh Mude dk











