Stok Beras Nasional Melimpah, Mentan Amran Tegaskan Kepri Tidak Boleh Kekurangan

0
57
- Advertisement -

PINISI.co.id- Di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (19/1/2026) Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi wilayah Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam dan Tanjung Balai Karimun, mengalami kekurangan beras. Pasalnya, stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan Mentan Amran saat kunjungan kerja ke Tanjung Balai Karimun. Ia menyebut stok beras nasional mencapai 3,2 juta ton di akhir tahun, angka yang belum pernah terjadi sejak Republik Indonesia berdiri.

“Secara nasional kita surplus. Stok akhir tahun kita 3,2 juta ton, tidak pernah terjadi selama Republik ini berdiri. Tidak ada alasan Kepri kekurangan beras,” tegas Mentan Amran.

Sebagai langkah konkret menjamin ketersediaan dan pemerataan distribusi beras, pemerintah akan membangun gudang Bulog di wilayah Kepulauan Riau, tepatnya di Tanjung Balai Karimun. Gudang tersebut akan menjadi simpul distribusi beras dalam negeri sekaligus memperkuat sistem logistik pangan nasional.

“Kita akan bangun gudang di sini. Gudangnya harus penuh. Jangan sampai ada alasan kekurangan beras di Kepri. Bulog nanti yang mensuplai,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, keberadaan gudang Bulog di Kepri juga akan menutup celah masuknya beras ilegal. Dengan stok yang cukup dan distribusi yang terjaga, kebutuhan masyarakat Batam dan wilayah sekitarnya dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. “Nasional kita aman, jadi daerah harus aman,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama di Batam, usai kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia atas dukungan kuat terhadap sektor pertanian nasional. Dukungan kepala daerah dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya swasembada beras, lebih cepat dari target.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Indonesia. Target swasembada empat tahun, alhamdulillah dengan dukungan daerah bisa dicapai hanya dalam satu tahun,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah dalam mengawal produksi, memperluas tanam, menjaga distribusi, serta melindungi petani menjadi fondasi utama terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

“Kalau ingin negara menjadi negara super power dan menuju Indonesia Emas, sektor pertanian harus dikawal,” katanya.
Ke depan, Kementerian Pertanian juga mendorong penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. Hilirisasi difokuskan pada komoditas berdaya saing global seperti kelapa, kakao, mete, dan komoditas unggulan lainnya.

Selain itu, Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak melakukan impor beras. Stok beras nasional dinilai sangat kuat, dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sempat mencapai rekor 4,2 juta ton pada Juni 2025 dan kini berada di kisaran 3,2 juta ton.

Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tidak boleh impor beras, kita sudah swasembada. Jangan mempermainkan nasib rakyat, ada 115 juta orang yang bergantung pada sektor padi,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan capaian swasembada pangan Indonesia pada 7 Januari 2026 di Karawang, Jawa Barat. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas pertanian atas kerja keras dan kekompakan yang membuat Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam waktu singkat.

Dengan capaian tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan nasional melalui sinergi pusat dan daerah serta kebijakan yang berpihak pada petani dan masyarakat. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here