KINI BULAN SYA’BAN TELAH TIBA, APA YANG HARUS DILAKUKAN

0
60
- Advertisement -

Hikmah Abdul Hamid Husain 

Kini kita telah berada di bulan Sya’ban, bulan yang memiliki keistimewaan tersendiri. Oleh karena itu, maksimalkanlah kesempatan ini untuk mengumpulkan pahala dengan memperbanyak puasa, membaca Al-Qur’an beserta terjemahannya, bersedekah, bersilaturahim
Qiyāmullail (bangun setelah pukul 02.00 dini hari untuk shalat Tahajud).

Inilah kisah nyata yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk kita amalkan agar hidup menjadi sehat, damai, dan sejahtera.

Keistimewaan Pertengahan Bulan Sya’ban. Terdapat momentum luar biasa di pertengahan bulan Sya’ban yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban. Kata Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban.

Maka, berpuasalah di siang hari Nisfu Sya’ban dan perbanyaklah shalat pada malam harinya.

Rasuulullaah SAW menegaskan:
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا (رواه أبو داود)

“Jika tiba malam Nisfu Sya’ban, maka perbanyaklah shalat sunnah pada malam harinya (malam kelima belas) dan berpuasalah di siang harinya (hari kelima belas).” (Hadits sahih riwayat Abu Dawud)

Dalam hadits riwayat Ibnu Hibban disebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allaah SWT mengampuni seluruh penduduk bumi, kecuali orang yang menduakan Allaah dan orang yang menyimpan rasa dengki.
يَطَّلِعُ اللهُ إِلَى خَلْقِهِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ (رواه ابن حبان والطبراني والبيهقي)

“Allaah SWT merahmati hamba-Nya di malam Nisfu Sya’ban dan mengampuni semua makhluk-Nya yang beribadah, kecuali orang yang musyrik dan orang Muslim yang di dalam hatinya terdapat permusuhan, kedengkian, dan kebencian terhadap Muslim lainnya karena urusan duniawi.” (Hadits sahih riwayat Ibnu Hibban, Ath-Thabarani, dan Al-Baihaqi)

Bulan Diangkatnya Amal Ibadah Tahunan

Bulan Sya’ban adalah waktu diangkatnya amal ibadah tahunan umat manusia kepada Allah SWT.

Sahabat dekat Nabi SAW, Usamah bin Zaid RA, bertanya, “Yaa Rasuulullaah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa selama sebulan penuh di bulan-bulan selain bulan Sya’ban?”

Nabi SAW menjelaskan:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Bulan ini adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Allah, Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku sangat menyukai amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (Hadits sahih riwayat Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Khuzaimah)

3. Bulan yang Diapit Dua Bulan Mulia

Sya’ban adalah bulan yang diapit oleh dua bulan istimewa: Rajab dan Ramadhan. Namun sayangnya, bulan Sya’ban sering berlalu begitu saja.

Rasuulullaah SAW mengingatkan:
ذَاكَ شَهْرٌ تَغْفُلُ النَّاسُ فِيهِ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan.”
(Hadits sahih riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Turunnya Ayat Perintah Bershalawat

Pada bulan Sya’ban turun ayat Al-Qur’an yang menganjurkan memperbanyak shalawat.

Allaah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(الأحزاب: 56)

“Sesungguhnya Allaah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 56)

5. Puasa di Bulan Sya’ban

Di bulan Sya’ban, Rasuulullaah SAW rutin berpuasa dan menyambungkannya dengan puasa Ramadhan.

Hal ini dituturkan oleh Sayyidah Aisyah RA:
كَانَ أَحَبَّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ ثُمَّ يَصِلَهُ بِرَمَضَانَ
(أخرجه أحمد وأبو داود والنسائي)

“Salah satu bulan yang paling disukai Rasuulullaah SAW untuk berpuasa sunnah adalah bulan Sya’ban, lalu beliau menyambungkannya dengan puasa Ramadhan.” (Hadits sahih riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i)

Bahkan terkadang Rasuulullaah SAW berpuasa hampir sebulan penuh di bulan Sya’ban, dan terkadang di sebagian besarnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Alhamdulillah, Allaah SWT mengabulkan doa yang sering kita panjatkan sejak sebulan lalu:
اللهم بارك لنا فى رجب
و شعبان و بلغنا رمضان
“Allahumma bārik lanā fī Rajab wa Sya’bān wa ballighnā Ramadhān.”

(Ya Allah, berkahilah hidup kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.)
Kini bulan Sya’ban telah tiba. Maka perbanyaklah ibadah dan jauhilah segala bentuk maksiat, terutama dusta, iri, hasad, dan permusuhan.

Jangan biarkan bulan Sya’ban berlalu tanpa ibadah yang berkualitas. Ibadah di bulan Sya’ban dilipatgandakan pahalanya, begitu pula dosa dilipatgandakan.
Karena itu, jangan “nakal” di bulan-bulan istimewa (asyhurul hurum), salah satunya adalah bulan Sya’ban.

Mari kita berdoa dengan doa yang diajarkan Rasuulullaah SAW:
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Ya Allaah, tolonglah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here