Sambut 17 Ramadhan, Ustas ATM Persembahkan Dua Buku, Langit Tak pernah Offline dan Musafir Kehidupan

0
23
- Advertisement -

PINISI.co.id- Hidup laksana musafir sedang bersafar dan setiap musafir punya karakter berbeda-beda. Ada yang bersantai sampai tidak ada apa-apa yang dia bawa pulang, ada juga musafir yang menjelajah mencari hikmah agar nanti saat waktu pulang itu, dia bisa memanen berkah. Adalah Ashar Tamanggong, seorang da’i, akademisi, pembimbing Haji dan Umrah juga pengurus dana umat selaku Ketua Baznas kota Makassar telah menjelajah hidup. Banyak titik singgah itu ada cerita menarik yang ingin dibagi agar menjadi inspirasi.

Dr.H.Ashar Tamanggong,M.A. mempersembahkan dua buku karyanya. Pertama bertajuk, Langit Tak Pernah Offline (kumpulan Esai inspiratif) dan kedua, Musafir Kehidupan( perjalanan Ashar Tamanggong) hadir menyambut Peringatan Nuzulul Quran.

Melalui buku kumpulan esainya Langit Tak pernah Offline ini, Ashar Tamanggong hadir bukan untuk menggurui, melainkan mengajak pembaca berhenti sejenak dan menyadari satu kebenaran fundamental bahwa langit tak pernah offline. Penulis kedua buku ini, selain Langit tak Pernah Offline juga Musafir Kehidupan mengajak kita menelusuri kembali hakikat kehidupan melalui pertanyaan-pertanyaan jujur, “Apakah kita benar-benar bahagia, atau sekadar sibuk memoles citra di mata orang lain?”

Langit Tak Pernah Offline adalah pengingat bahwa di tengah dunia yang sering kehilangan nurani, sinyal ketuhanan selalu tersedia bagi mereka yang mau kembali terhubung. 33 Judul tulisan karya Dr.H.Ashar Tamanggong, M.A. ditulis, diramu di atas alas sajadah taqwa. Tak sekadar diksi, tapi apa yang dibicarakan di atas mimbar masjid, diurai dan disampaikan kembali melalui tulisan di buku ini. Contoh da’i yang baik dan penulis. Buku ini segera hadir pekan ini dan para pembaca bisa memeroleh kedua buku ini melalui channel Asrijal WA 08114419888.

Sementara itu, buku Ashar Tamanggong Musafir Kehidupan, terdiri dari lima bagian, pada bagian pertama Rumah yang penuh Warna bahagian mengisahkan Anugerah yang tersembunyi, Ayahku. Guruku Dia Kuguguh dan Kutiru. Pada bagian kedua Ketika Musafir Mulai Bersafar berisi tentang Belajar mandiri di Bontokassi, Menjelajah semakin jauh dan Bagian Ketiga, Keempat dan Kelima tentang Ramainya kota, Gempitanya Kampus, Melayani tamu Allah, Mengurus harta Umat dan terakhir berisi tentang Apa kata Mereka tentang ATM yang mempertegas jika setiap pencapaian yang telah didapatnya dia anggap sebagai bakti pada titik singgah sang musafir kehidupan, maka semoga bakti-bakti itu menjadi bekal kelak di titik akhir perjalanan hidup. Ashar Tamanggong, Musafir Kehidupan, Menjelajah, Mengumpul Hikmah, Membekaskan arti adalah buku kisah Inspiratif yang layak dibaca ddan dimiliki.

Kedua buku karya Ashar Tamanggong, disunting atau Editor, Bachtiar Adnan Kusuma, Tokoh literasi dan perbukuan Nasional. (Bak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here