Menjejak Kembali Ulama Intelektual Persia dan Bukunya

0
34
- Advertisement -

Kolom Bachtiar Adnan Kusuma

Tokoh Literasi & Penulis Nasional, Kini Berada di Buton Tengah

Apa yang menarik membaca sejarah ulang peradaban Persia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi?

Penulis kembali berkaca pada Era Kebangkitan pemikir-pemikir Islam berlatarbelakang dari Negeri Persia, membuat penulis kagum atas dignity bangsa yang memiliki sejarah panjang pada Zaman Keemasan Islam.

Di atas alas buku “Sejarah Ilmu Pengetahuan” yang ditulis Dr.Abdul Halim Muntashir, sejarawan Timur Tengah, setebal 419 halaman diterbitkan Alvabet, 2023, penulis membacanya berulang-ulang, di atas KM Lambelu tujuan Makassar ke Bau-Bau, penulis melanjutkan perjalanan Fery Bau-Bau Wamengkoli. Buku ini penulis baca di sepanjang perjalanan dan telah memperkenalkan penulis dengan Tokoh-tokoh Ulama Besar yang Intelektual dari Persia( Iran ).

Sebut saja, Ibnu Sina alias Avicenna, Al-Farabi, Abu Bakar Ar-Razi, Imam Al-Gazali, Ibnu Taimiyah, Al-Khawarijz. Tokoh pemikir moderen ada Ayatullah Ruhullah Khomeini dan Ali Khamenei.

Abubakar Ar-Razi, selain dikenal sebagai Bapak Kedokteran Arab, ia juga pendiri Farmasi Islam yang menulis 224 judul buku. Salah satu bukunya adalah Manafi Al-Ghaziyah.Ia lahir di Ray pada 40 H di selatan Teheran dan menetap di Baghdad sampai wafat di usia 70 tahun. Ar-Razi menulis sekitar 224 buku.

Demikian pula, Al-Farabi adalah guru kedua umat manusia setelah Aristoteles dan Plato. Al-Farabi dikenal sebagai filsuf Islam yang memiliki perhatian besar terhadap dunia kedokteran Islam. Ia lahir di Transoxiane pada abad ke tiga hijriah. Selain dikenal ahli bahasa dan peneliti, Al-Farabi menulis 70 judul buku.

Lain halnya, Ibnu Sina, adalah tokoh pembaharu dunia kedokteran yang telah menulis 276 buku dan salah satu bukunya adalah “As-Syifa”. Ibnu Sina lahir di Bukhara pada 371 H atau 980 M.

Sementara Al-Khawarizmi adalah Kepala Perpustakaan Baitul Hikmah atas konstribusinya pada bidang matematika dan astronomi. Ia adalah orang pertama yang menulis buku tentang aljabar menjadi titik dasad ilmiah sejarah.

Al-Khawarizmi menulis buku al-jabr wa al-Muqabalah.Bukunya menjadi sumber rujukan bagi para ilmuwan da peneliti dalam matematika. Selain itu, Al-Khawarizmi adalah orang pertama yang menulis buku tentang perhitungan.

Berikutnya, Yakub al-Kindi lahir di Kufah pada 185 H. Al-Kindi dikenal pada bidang filsafat, kedokteran dan astronomi. Ia memusatkan diri pada hikmah untuk kesempurnaan dirinya. Salah satu pernyataannya adalah orang bijak adalah orang yang mengira bahwa di atas pengetahuannya ada pengetahuan lain. Ia selalu merendahkan diri demi menambah amunisi ilmunya.

Al-Kindi menulis 230 buku, termasuk 22 buku Filsafat, 16 buku Astronomi, 11 buku matematika, 32 buku teknik, 22 buku kedokteran, 12 buku ilmu alam, 7 buku musik, 5 buku psikologi dan 9 buku tentang logika, sains dan obat-obatan.

Karena itu, kejayaan Kejayaan kedalaman ilmu pengetahuan umat Islam telah digagas dan dicontohkan para Ulama dan intelektual Muslim. Hebatnya, karena mereka menulis buku, membuat mereka sulit menghilangkan jejak sejarahnya.

Dimulai dari bangsa Persia, Iran yang kaya dengan kedalaman ilmu pengetahuan telah melahirkan ulama dan pemikir besar Islam pada masa lalu, kini dan masa mendatang. Para ulama yang memiliki kedalaman ilmu yang tinggi, tawadhu, konsisten menjaga peradaban bangsanya dengan buku-bukunya. Sulit Iran ditaklukkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here