PINISI.co.id– Kultum Semarak Ramadan Diaspora Takalar sesi ke-3 dilaksanakan pada Ahad, 15 Maret 2026, secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini merupakan sesi terakhir dan menghadirkan Prof. Dr. H. Jamaluddin Jompa, M.Sc. sebagai penanggap. Adapun topik yang dibahas adalah “Dahsyatnya Sedekah: Bukti Kejujuran Iman melalui Donasi, Bukan Narasi.”
Dalam tausyiahnya, Ustadz Dr. H. Muh. Ridwan Yahya Dg Pata, Lc. menyampaikan bahwa terdapat 12 keutamaan bersedekah, yaitu: memperoleh pahala dari Allah, menghapus dosa, mendatangkan keberkahan harta, menjauhkan dari kesulitan, meningkatkan iman dan takwa, mendapatkan doa dari penerima manfaat, menjadi sebab turunnya rahmat Allah, memperoleh balasan berlipat ganda di akhirat, menyehatkan tubuh dan jiwa, meningkatkan rasa syukur, menjauhkan dari api neraka, serta mendekatkan diri kepada Allah.
Menjawab pertanyaan audiens terkait cara menghadapi kesulitan hidup, Ustadz Umry—asal Galesong, Takalar, yang juga Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi Jakarta—menegaskan bahwa sedekah merupakan salah satu solusi utama untuk keluar dari berbagai kesulitan.
Sebagai penanggap, Prof. Jamaluddin Jompa memperkaya pembahasan dari sisi ilmiah dan pengalaman akademiknya. Rektor Universitas Hasanuddin yang kembali terpilih untuk periode kedua ini menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik.
Menurutnya, kebiasaan bersedekah dapat memicu hormon-hormon positif dalam tubuh, seperti oksitosin yang memperkuat rasa cinta dan ikatan sosial, endorfin yang membantu meredakan rasa sakit dan stres, serta kortisol yang berperan dalam mengatur respons terhadap tekanan.
Dengan demikian, sedekah dapat membantu proses penyembuhan penyakit, meningkatkan kemampuan mengelola stres, serta membentuk pribadi yang lebih empatik dan peduli terhadap sesama.
Pada kesempatan tersebut, Prof. JJ—sapaan akrabnya—juga merespons pernyataan Direktur STIKES Tanawali Takalar terkait upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Takalar. Ia mengajak diaspora Takalar melalui organisasi Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (KKTP) untuk menginisiasi pembentukan dana abadi pendidikan.
Dana tersebut diharapkan dapat dikelola melalui badan wakaf guna membantu pembiayaan pendidikan anak-anak Takalar. “Saya bersedia menjadi donatur. Ini adalah bentuk nyata kepedulian sekaligus wujud dahsyatnya sedekah,” ujarnya.
Menanggapi gagasan tersebut, Ketua Umum BPN KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, menyatakan akan membahasnya bersama pengurus dan membuka kemungkinan pembentukan Yayasan Panrannuangku. Dukungan juga datang dari Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah Dg Mattawang, Sp.PD, FINASIM, Sekretaris Pusat Kedokteran Kepolisian RI sekaligus Dewan Penasehat, yang menyatakan persetujuannya atas pembentukan “Yayasan Dana Wakaf Panrannuangku” serta kesiapan untuk menjadi donatur.
Kultum sesi ke-3 ini diikuti oleh warga Takalar dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Peserta terdiri dari unsur KKSS, dewan penasehat, dewan pakar, pengurus KKTP, serta perwakilan BPW dari Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, hingga Papua Selatan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Semarak Ramadan Diaspora Takalar, Dr. drh. Tri Isyani Tungga Dewi Dg Singara, dosen IPB University sekaligus Ketua Ikatan Istri Dokter Hewan Indonesia. Bertindak sebagai moderator Ir. Muh. Taufik Anwar Pali Dg Sijaya, MM, praktisi perbankan dan asuransi. Sementara tilawah Al-Qur’an dibawakan oleh Nur Rasti Istiqomah, Juara I MTQ Sulawesi Selatan 2024.
Sekretaris Jenderal BPN KKTP, Drs. A. Muktadir Taiyeb, MM, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Bahkan, kegiatan ini dihadiri oleh empat guru besar asal Takalar. Acara berlangsung dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat kepada para pemateri dan petugas. Kegiatan Semarak Ramadan Diaspora Takalar ini rencananya akan ditutup dengan acara Halal Bihalal yang akan diselenggarakan di Gedung DPR/MPR. (Tmt)













