Selamat Jalan, Sang Tamu Agung

0
34
- Advertisement -

Selamat Jalan, Sang Tamu Agung

Kolom Ashar Tamanggong

Ia datang tanpa suara, tapi disambut dengan gema takbir dan harapan.
Ia hadir membawa cahaya, menghapus debu-debu dosa yang lama menumpuk di dada.

Sebulan lamanya ia tinggal bersama kita… dan kini, perlahan ia pamit.

Ramadhan…
Engkau bukan sekadar bulan.
Engkau adalah tamu agung yang mengajarkan kami arti pulang.

Di awal kedatanganmu, masjid penuh.
Al-Qur’an kembali dibuka.
Tangan-tangan yang lama kaku, kembali terangkat dalam doa.
Air mata yang lama kering, tiba-tiba jatuh tanpa diminta.

Tapi kini…
Engkau bersiap pergi.

Dan jujur saja,
kami belum siap berpisah.

Masih banyak tilawah yang tertunda.
Masih banyak doa yang belum sempat terucap.
Masih banyak hati yang baru saja belajar tunduk…
namun waktu tak mau menunggu.

Wahai Ramadhan,
engkau seperti sahabat yang terlalu cepat pulang.

Engkau datang membawa malam-malam penuh ampunan, Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan.

Engkau ajarkan kami menahan lapar,
agar kami tahu rasanya sabar.
Engkau latih kami menahan amarah,
agar kami belajar menjadi manusia yang lebih dewasa.

Namun yang paling menyentuh…
engkau membuat kami merasa dekat dengan Allah.

Dekat…
yang selama ini terasa jauh.
Kini saat engkau pergi,
kami takut…
takut kehilangan rasa itu.

Takut kembali lalai.
Takut kembali sibuk dengan dunia.
Takut kembali menjadi diri yang dulu…
yang sering menunda sholat,
yang jarang membuka Al-Qur’an,
yang mudah marah dan lupa bersyukur.

Ramadhan…
jika boleh kami meminta,
tinggallah lebih lama.

Tapi kami tahu,
setiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Maka sebelum engkau benar-benar pergi,
izinkan kami berjanji…
Kami akan menjaga apa yang telah engkau ajarkan.
Kami akan mencoba istiqamah, meski langkah ini sering goyah.
Kami akan terus mengetuk pintu langit,
meski engkau sudah tak lagi bersama kami.

Dan jika suatu saat nanti
kami dipertemukan kembali denganmu…

Jadikan kami bukan sekadar penyambut,
tapi hamba yang sudah siap.

Selamat jalan, Sang Tamu Agung.
Engkau pergi…
tapi semoga jejakmu tetap tinggal di hati kami.

Dan semoga…
bukan hanya Ramadhan yang kami rindukan,
tapi Allah yang semakin kami cintai.

Manggarupi, 30 Ramadhan 1447 H

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here