Jakarta — Nama Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si—akrab disapa AJD—bukan sosok asing dalam lanskap organisasi, politik, dan dunia usaha nasional. Tokoh senior asal Sulawesi Selatan ini kembali mendapat mandat strategis sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) periode 2025–2030.
Penunjukan AJD bukan tanpa alasan. Rekam jejak panjangnya menunjukkan konsistensi dalam mengawal kaderisasi, penguatan jejaring alumni, hingga kontribusi nyata di berbagai sektor—mulai dari pendidikan, legislatif, hingga industri energi.
Lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan, pada 12 Desember 1958, AJD menapaki perjalanan akademiknya dari daerah hingga meraih gelar doktor di Universitas Negeri Jakarta. Kariernya dimulai sebagai dosen di Universitas Negeri Makassar, sebelum kemudian terlibat aktif dalam berbagai posisi strategis di tingkat nasional. 
Di dunia politik, AJD pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI dalam dua periode berbeda (2004–2009 dan 2014–2019). Perannya di parlemen dikenal menonjol dalam isu pembangunan daerah, pendidikan, dan penguatan kelembagaan nasional. 
Namun, kiprah AJD tidak berhenti di sana. Ia juga aktif di sektor korporasi sebagai Komisaris Utama dan Direktur Utama di sejumlah perusahaan energi dan investasi, yang memperlihatkan kemampuannya dalam mengelola sumber daya dan membangun jejaring bisnis strategis lintas sektor. 
*Akar Organisasi dan Loyalitas Pergerakan*
Sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), AJD telah menunjukkan dedikasi sejak masa muda. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PMII Cabang Ujung Pandang pada 1980-an—sebuah fase yang membentuk karakter kepemimpinannya yang ideologis sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. 
Jejak organisasinya juga meluas hingga ke Nahdlatul Ulama (NU), di mana ia pernah menjadi Ketua PBNU selama satu dekade (1999–2009). Pengalaman ini memperkuat posisinya sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan umat, negara, dan generasi muda.
Kini, sebagai Ketua MPO PB IKA PMII, AJD diharapkan memainkan peran sebagai “penjaga nilai” sekaligus penentu arah strategis organisasi alumni PMII dalam menghadapi dinamika nasional dan global.
*Inisiator Olahraga Domino Nasional*
Di luar jalur politik dan organisasi keagamaan, AJD juga dikenal sebagai inisiator dan Ketua Umum PB PORDI (Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia). Peran ini menjadi bukti pendekatan uniknya dalam membangun kohesi sosial melalui olahraga berbasis kearifan lokal.
Domino—yang selama ini identik dengan permainan rakyat—oleh AJD diangkat menjadi olahraga yang terorganisir dan memiliki potensi ekonomi serta sosial. Langkah ini dinilai sebagai bentuk inovasi dalam membangun ruang interaksi lintas komunitas.
*Jejak Global dan Perspektif Internasional*
Pengalaman internasional AJD turut memperkaya perspektif kepemimpinannya. Ia pernah mengikuti berbagai forum dan kunjungan kerja ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Prancis, hingga Maroko, dengan fokus pada isu energi, pendidikan, dan perubahan iklim. 
Dalam berbagai forum tersebut, AJD tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai representasi Indonesia dalam dialog global—menunjukkan kapasitasnya sebagai tokoh nasional dengan wawasan internasional.
*Menjaga Arah, Menguatkan Peran Alumni*
Dengan posisi barunya di MPO PB IKA PMII, AJD dihadapkan pada tantangan besar: menjaga marwah organisasi sekaligus memastikan relevansi alumni PMII dalam pembangunan nasional.
Di tengah perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang cepat, figur seperti AJD dinilai menjadi penting—bukan hanya sebagai simbol pengalaman, tetapi juga sebagai penjaga kesinambungan nilai dan arah gerakan.













