Sekeping Kenangan Bersama Aprial Hasfa

0
157
- Advertisement -

Catatan Muskab Muzakkar 

Saya benar-benar bingung harus mulai dari mana ketika diminta mengenang Almarhum Aprial Hasfa. Terlalu banyak kebersamaan kami, terlalu dalam kedekatan yang terjalin, hingga rasanya tak cukup kata untuk merangkainya.

Bagi saya, beliau bukan sekadar sahabat. Bahkan istri saya sering berseloroh menyebut Almarhum sebagai “pacar” saya, karena begitu seringnya kami bersama, saling mencari, saling mengabari. Jika beberapa hari saja tak bertemu atau tak saling menyapa, pasti salah satu dari kami akan lebih dulu menghubungi, sekadar memastikan: “Apa kabar?”

Hubungan itu bukan hanya hangat, tapi juga penuh makna. Kami saling mengingatkan dalam kebaikan. Bahkan, tak jarang Almarhum menelepon saya di waktu subuh, memastikan saya sudah menunaikan salat. Kami juga kerap saling berkirim pesan-pesan religi, saling mendoakan, dan berbagi nasihat kehidupan; kadang diselipi humor khas beliau yang selalu menghidupkan suasana.
Kenangan terakhir yang begitu membekas adalah saat kami bersama dalam satu kamar di Hotel Claro Makassar, sekitar 48 jam sebelum beliau wafat. Dalam rangkaian kegiatan PSBM, kami menghabiskan 6 hari 4 malam bersama. Di situlah begitu banyak cerita, candaan, dan pesan kehidupan beliau yang kini terasa semakin berharga.

Saya tidak akan pernah lupa bagaimana beliau membangunkan saya untuk salat Subuh. Suatu pagi, beliau melakukan iqamah tepat di samping saya—dalam keadaan masih memakai handuk sehabis mandi. Saya terbangun kaget, lalu tak kuasa menahan tawa. Beliau kemudian meminjam sarung dan sajadah saya untuk salat. Esoknya, beliau mengulang hal yang sama. Kali ini sudah rapi dan siap. Momen sederhana itu kini menjadi kenangan yang tak tergantikan.

- Advertisement -

Almarhum juga sering berbagi tentang “keberuntungan hidup”. Beliau mengajarkan saya untuk selalu memohon keberuntungan kepada Allah SWT. Dalam banyak kisah hidupnya, saya melihat sendiri bagaimana keberuntungan itu hadi, bahkan hingga akhir hayatnya. Dari proses pengobatan hingga pemulasaraan jenazah, semuanya berjalan dengan penuh kemuliaan, dikelilingi oleh perhatian keluarga, sahabat, dan para tokoh.

Dalam kehidupan sosial, beliau adalah tempat banyak orang bersandar. Curhatan, permintaan bantuan, hingga persoalan masyarakat, semua dihadapi dengan kesabaran. Hampir tidak pernah beliau menolak. Jika belum bisa membantu, beliau akan berkata, “Sebentar dulu, saya hubungi si-A.” Selalu ada jalan, selalu ada solusi.

Kedekatan kami juga terjalin dalam kehidupan keluarga. Kami saling berkunjung, beliau pernah datang ke rumah saya di Depok bersama istrinya, dan kami pun mengunjunginya saat beliau pindah ke Jatiasih, Bekasi. Bahkan jauh sebelumnya, kami sering bertemu di berbagai kegiatan KKSS, meski belum sedekat di masa-masa akhir hayat beliau.

Awal kedekatan kami justru berangkat dari sebuah peristiwa kemanusiaan—ketika beliau mengurus jenazah warga KKSS yang meninggal tanpa keluarga di Jakarta. Dari situlah komunikasi kami intens, hingga akhirnya berkembang menjadi persahabatan yang sangat erat, bahkan seperti keluarga sendiri.

Sejak itu, kami sering berbagi banyak hal—urusan organisasi, sosial, hingga usaha mencari nafkah untuk keluarga. Banyak rencana yang kami susun bersama. Kini, rencana itu tinggal kenangan dan harapan yang kami titipkan dalam doa, semoga Allah SWT tetap memudahkan jalan untuk mewujudkannya.

Begitu seringnya saya diajak beliau dalam kegiatan warga Soppeng, sampai muncul candaan bahwa saya memiliki “kewargaan ganda” yaitu HIKMA dan Soppeng. Dari situlah saya mengenal banyak tokoh, semua berkat Almarhum.

Sesungguhnya, masih begitu banyak kisah yang belum sempat saya ceritakan—tentang perjalanan ke pesantren, nonton film bersama, santunan anak yatim, buka puasa bersama, hingga sekadar ngopi santai yang penuh makna.
Hari ini, yang tersisa adalah doa.

Semoga Almarhum Aprial Hasfa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di surga Firdaus.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here