PINISI.co.id– Pelatihan tersebut, akan berfokus pada pengembangan digitalisasi peradilan dan membahas beberapa isu hukum aktual.
Dalam rangka peningkatan kapasitas Hakim dan aparatur peradilan lainnya, BSDK MA RI menugaskan 30 orang guna mengikuti short course di National Judicial Academy of India.
Pelatihan tersebut, akan berfokus pada pengembangan digitalisasi peradilan dan membahas beberapa isu hukum aktual.
Salah satu topik utama yang akan didalami yakni pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dalam sistem pengadilan (information and communication technology in the judicial system).
Dalam materi dimaksud, akan membahas beberapa isu krusial seperti keamanan cyber di institusi peradilan dan perlindungan data perkara dari serangan hacker. Termasuk tantangan dalam menghadapi integrasi data peradilan.
Topik lainnya yang diberikan karena berkaitan dengan trend dunia digital saat ini, yaitu pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), termasuk dibahas tantangan yang dihadapi dalam penggunaan AI.
Demikian juga, akan disampaikan materi relasi dunia peradilan dan media, yang akan menguraikan tata cara pengelolaan liputan media dalam proses peradilan, termasuk akan dibahas cara menjaga objektifitas pemberitaan dan penggunaan media sosial dalam mendukung tugas yudisial.
Selain materi yang berkaitan dengan teknologi informasi, delegasi Indonesia akan diberikan materi hukum lingkungan dan tantangan globalnya, penyelesaian sengketa di luar pengadilan, penanganan kejahatan transnasional, eksistensi bukti elektronik dan penguatan kemampuan teknis yudisial termasuk di dalamnya penguatan integritas.
Perwakilan Hakim dan aparatur peradilan Indonesia, juga akan diberikan waktu untuk mengunjungi pengadilan yang ada di India.
Sebagai informasi National Judicial Academy, di kota Bhopal India merupakan salah satu pusat pelatihan peradilan terbaik di dunia, yang didirikan pada tahun 1993. Lokasinya berada di puncak bukit yang menghadap ke danau dan memiliki luas sekitar 63 hektar.
Delegasi Indonesia tersebut, yang dipimpin oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA, Dr. H. Andi Akram, S.H., M.H. akan mengikuti rangkaian pelatihan selama 5 hari (24-28 April 2026).
Dijadwalkan, delegasi Indonesia akan bertolak ke India, pada tanggal 22 April 2026 dan kembali ke tanah air tanggal 30 April 2026. (Syam)














