Rutan Depok Perkuat Layanan Kesehatan dan Dukung Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan

0
23
- Advertisement -

PINISI.co.id– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok terus memperkuat program pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan melalui peningkatan layanan kesehatan serta dukungan terhadap pengembangan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Senin (25/05/2026).

Pada pagi hari, Rutan Kelas I Depok melaksanakan kegiatan Kolaborasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan Human Papilloma Virus (HPV) bagi warga binaan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan, Robby Robbany, sebagai bentuk komitmen meningkatkan pelayanan kesehatan dan deteksi dini penyakit di lingkungan rutan.
Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cilodong yang didampingi tenaga kesehatan Klinik Rutan Kelas I Depok.

Sebanyak 48 warga binaan mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 31 warga binaan perempuan dan 17 warga binaan laki-laki.
Berbagai layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemeriksaan penyakit tidak menular, skrining kecemasan (anxiety), hingga skrining rokok. Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif guna mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.

Khusus bagi warga binaan perempuan, dilakukan pemeriksaan HPV (Human Papilloma Virus) untuk mendeteksi dini kemungkinan kanker serviks atau kanker leher rahim. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan di lingkungan Rutan Depok.

Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara optimal.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kualitas kesehatan warga binaan dapat terus terjaga serta mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan humanis,” ujar Agung.

Di hari yang sama, Kepala Rutan Kelas I Depok Agung Nurbani juga menghadiri kegiatan Pengembangan Ketahanan Pangan Terpadu di Lapas Kelas IIA Karawang serta peninjauan SPPG Warung Bambu.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat Kusnali beserta jajaran pimpinan tinggi lainnya. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan produktif bagi warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan meninjau langsung area pengembangan ketahanan pangan terpadu yang dikelola Lapas Kelas IIA Karawang. Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan lahan produktif guna mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan melalui kegiatan pertanian dan pengelolaan hasil pangan.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan Panen Raya Padi sebagai simbol keberhasilan program pembinaan berbasis ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa program ketahanan pangan harus terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan bukan hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan dan nilai produktif bagi warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Selain meninjau kawasan pertanian terpadu, rombongan juga melakukan peninjauan ke SPPG Warung Bambu untuk melihat secara langsung pengelolaan dan pengembangan program yang berjalan.

Sementara itu, Agung Nurbani menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dalam menciptakan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai program pembinaan yang dijalankan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat luas, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. (Irfan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here