PINISI.co.id- Setelah melaksanakan Halal Bihalal Akbar pada 17 Mei 2026 di Cikarang, Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) kembali menggelar silaturahmi dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026.
Peringatan Tahun Baru Hijriah kali ini dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim. Mereka berasal dari keluarga berdarah Tana Luwu, keluarga Bugis yang berdomisili di Jakarta, serta anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Taman Syurga, Jakarta Utara.
Kegiatan dilaksanakan di kediaman Ketua Umum BPP KKLR, H. Arsyad Kasmar, S.H.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan para tokoh, penyampaian hikmah Tahun Baru Islam, dan doa penutup.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Umum BPP KKLR sekaligus tuan rumah, H. Arsyad Kasmar, S.H. Selanjutnya sambutan Ketua Dewan Pembina BPP KKLR yang juga Wakil Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI AD (Purn.) Dr. H. Marga Taufiq, S.H., M.H.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Harian Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS), Prof. Dr. H. Andi Muhammad Syakir, M.S., serta Wakil Wali Kota Palopo, Dr. H. Ahmad Syarifuddin, S.E., M.Si.
Adapun tausiah dan hikmah Tahun Baru Islam disampaikan oleh Dr. Ir. H. Abdul Aziz Kahar Mudzakkar, M.Si.
Tokoh Wija To Luwu (WTL) yang turut hadir antara lain Ketua Dewan Penasehat BPP KKLR sekaligus Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. H. Andi Arus Victor, Sp.M(K); Wakil Ketua BPP KKLR Bidang Lingkungan Hidup dan Tanggap Bencana, Brigjen TNI AD (Purn.) H. Muslimin Akib, S.E., M.M.; Brigjen TNI AD Dr. Sigit Karyadi, S.H., M.H.; Ir. H. Darwis Darlis; Kolonel Caj Dr. Arifuddin Uksan, M.Ag.; Dr. Dra. Hj. Sabriati Aziz, M.Si.; Ir. H. Darwis Ismail, S.T., M.MA.; Dr. Sofyan Johan, M.A.; Imran Nating, S.H., M.H.; Rijal Kobar, S.E.; H. Hamda Phada, S.H., M.Si.; Tangdu Lakbik, S.Pd., serta ratusan tokoh dan warga Luwu Raya yang berdomisili di Jabodetabek.

Tema peringatan Tahun Baru Hijriah BPP KKLR tahun ini adalah “Merajut Ukhuwah Islamiyah dan Menebar Kebaikan.”
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar mengajak seluruh Wija To Luwu untuk memaknai Tahun Baru Islam dengan mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT, berbagi rezeki kepada sesama, khususnya anak-anak yatim, serta memperkuat persaudaraan di perantauan.
Menurutnya, pesan orang tua dari kampung halaman selalu mengingatkan agar warga Luwu menjaga dan memperkuat pammesaran atau kebersamaan di rantau. Karena itu, walaupun berbeda latar belakang, seluruh warga tetap bersatu dalam KKLR, saling membantu dan saling sipatuo.
Ketua Dewan Pembina BPP KKLR, Mayjen TNI AD (Purn.) Dr. H. Marga Taufiq, S.H., M.H., menyampaikan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah menentukan arah masa depan mereka. Karena itu, generasi muda harus mampu menjawab tantangan zaman dengan memperluas jaringan komunikasi, menguasai teknologi informasi, bekerja secara profesional, serta belajar dari orang-orang yang telah berhasil.
Menurutnya, semangat hijrah yang diperingati setiap Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua Harian BPP KKSS, Prof. Dr. H. Andi Muhammad Syakir, M.S., menjelaskan bahwa BPP KKSS saat ini telah membentuk Satgas Pendidikan dan Satgas Ekonomi yang berjalan dengan baik. Program pendidikan menjadi salah satu prioritas utama organisasi, termasuk pembangunan sekolah unggulan yang telah selesai maupun yang masih dalam proses penyelesaian.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Hijriah sangat erat kaitannya dengan transformasi pendidikan dan ekonomi sebagai fondasi menata masa depan generasi bangsa.
Ia juga menegaskan bahwa KKLR merupakan salah satu pilar terkuat dan paling solid dalam mendukung keberadaan KKSS. Karena itu, persaudaraan dan kebersamaan sesama warga Sulawesi Selatan harus terus diperkuat.
“Dalam tubuh saya juga mengalir darah Luwu karena leluhur saya berasal dari Tana Luwu,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Palopo, Dr. H. Ahmad Syarifuddin, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BPP KKLR atas upayanya menyatukan Wija To Luwu di perantauan.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar BPP KKLR karena menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Umum BPP KKLR yang membidangi Pengembangan Otonomi Daerah dan Partisipasi Pembangunan Nasional.
Menurutnya, para perantau memiliki peran penting dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, membina kearifan Wija To Luwu, menjaga kerukunan, dan memperkuat rasa kebersamaan di mana pun berada.
Dalam tausiahnya, Dr. Ir. H. Abdul Aziz Kahar Mudzakkar, M.Si., mengulas esensi peringatan Tahun Baru Islam. Menurutnya, berbagai pesan yang telah disampaikan para pembicara sebelumnya sesungguhnya telah mencerminkan makna hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Ia mencontohkan kepedulian Ketua Umum BPP KKLR terhadap anak yatim dan dhuafa, serta pembangunan masjid besar di Baebunta, Masamba, sebagai bentuk keteladanan yang sejalan dengan apa yang dilakukan Rasulullah SAW saat pertama kali berhijrah dari Makkah ke Madinah, yakni membangun kepedulian sosial dan membangun masjid sebagai pusat peradaban umat.
Ia juga menilai bahwa paparan Prof. Andi Muhammad Syakir mengenai pendidikan dan ekonomi sangat relevan dengan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara arahan Ketua Dewan Pembina BPP KKLR, Dr. H. Marga Taufiq, mengenai ketahanan pangan juga merupakan bagian penting dari esensi hijrah, yakni bagaimana memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ustaz Abdul Aziz Kahar Mudzakkar menambahkan bahwa penetapan Tahun Baru Islam didasarkan pada peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW. Karena itu, hijrah harus dimaknai sebagai perjalanan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Sekretaris Jenderal BPP KKLR, H. Jaya Lupu, menyampaikan kepada media bahwa saat ini BPP KKLR telah membentuk Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) di 16 provinsi dan Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPD KKLR) di 56 kabupaten/kota.
Selain itu, BPP KKLR juga telah membentuk badan otonom, di antaranya Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) di tingkat pusat. Saat ini IPLR juga telah terbentuk di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
BPP KKLR secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan silaturahmi pada momen-momen penting, seperti perayaan Hari Besar Islam (PHBI), Halal Bihalal pasca-Idulfitri, buka puasa bersama pada bulan Ramadan, peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Tana Luwu, serta Hari Perlawanan Rakyat Luwu.
Tujuan utama terbentuknya Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) adalah mempererat tali silaturahmi, saling mengenal, serta saling membantu dan menolong sesama warga Luwu di mana pun berada.
Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan makan siang bersama dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan. (Lif)














