Putra Pelosok Barru Resmi Menjadi Perwira Remaja TNI AL, Wujudkan Mimpi Mengabdi untuk Negeri

0
110
- Advertisement -

PINISI.co.id- Kebanggaan menyelimuti masyarakat Kabupaten Barru. Muhammad Bayu, putra daerah asal Desa Pujananting, Kecamatan Tanete Riaja, resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya sebagai Perwira Remaja (Paja) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Prosesi Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 berlangsung dengan khidmat di halaman Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengambil sumpah para perwira remaja sebagai tanda dimulainya pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.

Muhammad Bayu merupakan putra pasangan Mustakim Mudda dan Sri Ayomi. Ia lahir pada 29 November 2003 dan menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di kampung halamannya, Desa Pujananting, Barru. Kehidupan di wilayah pegunungan dengan segala keterbatasannya justru membentuk karakter Bayu menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan pantang menyerah.

Setelah melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 5 Barru, Bayu mulai menata cita-citanya secara serius. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, ia telah bertekad untuk mengabdikan diri kepada bangsa melalui TNI. Berbagai persiapan, baik fisik, mental, maupun akademik, dijalaninya dengan penuh kesungguhan demi menghadapi rangkaian seleksi yang ketat hingga akhirnya berhasil meraih impiannya menjadi seorang perwira TNI Angkatan Laut.

Keberhasilan Bayu menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Anak-anak dari pelosok desa memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita setinggi langit apabila dibarengi kerja keras, disiplin, doa, dan dukungan keluarga.

Ayahnya, Mustakim Mudda, yang sehari-hari bekerja sebagai kontraktor paruh waktu di Kecamatan Tanete Riaja, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian putranya. Dengan penuh haru, ia berharap Bayu dapat terus mengukir prestasi dalam karier militernya hingga kelak mencapai pangkat tertinggi.

Sementara itu, sang ibu, Sri Ayomi, yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), juga tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, keberhasilan sang putra merupakan buah dari perjuangan panjang, doa yang tiada putus, serta ketekunan Bayu dalam mengejar cita-citanya.

Kisah Muhammad Bayu diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Barru dan Sulawesi Selatan, bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dari mana saja, termasuk dari sebuah desa di kaki pegunungan. Dengan semangat pengabdian, Bayu kini mengawali langkah baru sebagai perwira muda TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Fik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here