PINISI.co.id– Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) Syamsul Bahri, menyampaikan apresiasi terhadap dua momentum penting yang dinilainya mencerminkan semangat penguatan tata kelola publik, pelayanan masyarakat, serta sinergi antara lembaga dan insan pers.
Apresiasi tersebut disampaikan atas pelantikan dr. Andi Saguni, M.A. sebagai Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Regional Bahtera Mas Kendari, Sulawesi Tenggara, serta atas dukungan Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Makassar, Safri Abdullah, S.H., M.H., yang akan dilantik pada Senin (28/9/2026), terhadap rencana peluncuran program Coffee Morning FORSIMEMA-RI di PN Makassar.
Menurut Syamsul Bahri, kedua momentum tersebut memiliki konteks berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan pentingnya kepemimpinan, integritas, pengawasan, keterbukaan, dan komunikasi publik dalam membangun lembaga yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Apresiasi untuk dr. Andi Saguni
Syamsul Bahri menyampaikan apresiasi atas dilantiknya dr. Andi Saguni, M.A. sebagai Ketua Dewan Pengawas RS Regional Bahtera Mas Kendari.
Dr. Andi Saguni yang merupakan salah satu putra terbaik asal Palopo, Sulawesi Selatan, dinilai memiliki kapasitas, rekam jejak, serta pengalaman kepemimpinan yang matang dan teruji melalui berbagai jabatan strategis di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Pelantikan dr. Andi Saguni sebagai Ketua Dewas RS Bahtera Mas merupakan langkah yang sangat tepat. Integritas dan rekam jejak beliau di Kementerian Kesehatan menjadi modal penting untuk mendorong peningkatan kualitas tata kelola publik, pengawasan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Syamsul yang juga merupakan jurnalis PINISI.co.id ini, di sela waktu akhir pekannya di Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan fungsi pengawasan dan transparansi dalam tata kelola rumah sakit daerah. Menurutnya, rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik harus mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkeadilan, transparan, dan akuntabel.
Pengalaman dr. Andi Saguni di tingkat nasional, lanjut Syamsul, diharapkan dapat memberikan energi baru bagi pengembangan RS Bahtera Mas Kendari.
“Kami dari jajaran FORSIMEMA-RI mengucapkan selamat dan sukses atas amanah baru ini. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan beliau bersama jajaran Dewan Pengawas, RS Bahtera Mas akan semakin maju dan menjadi salah satu pilar pelayanan kesehatan yang andal di Sulawesi Tenggara,” katanya.
Dukungan KPN Makassar untuk Coffee Morning
Pada momentum lainnya, Syamsul Bahri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Pengadilan Negeri Makassar yang akan dilantik, Safri Abdullah, S.H., M.H., atas dukungannya terhadap rencana peluncuran salah satu program kerja unggulan FORSIMEMA-RI.
Dukungan tersebut ditandai dengan direstuinya penyelenggaraan kegiatan “Coffee Morning” dengan tema “Diskusi Hukum: Mengawal Integritas Peradilan di PN Makassar Kelas 1A Khusus”, yang direncanakan berlangsung pada November 2026.
Syamsul menilai kehadiran kepemimpinan baru di PN Makassar dapat menjadi momentum untuk memperkuat transparansi dan sinergitas antara aparatur penegak hukum, humas peradilan, dan insan pers.
“Kami sangat berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada salah seorang putra terbaik Sulawesi Selatan yang berasal dari Pinrang, Bapak Safri Abdullah, S.H., M.H. Respon positif dan restu yang beliau berikan untuk program Coffee Morning ini menunjukkan komitmen pimpinan PN Makassar dalam membuka ruang dialog yang konstruktif untuk menjaga integritas serta martabat lembaga peradilan,” ujar Syamsul.
Program Coffee Morning tersebut dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang diskusi interaktif antara pimpinan peradilan, pejabat humas, aparatur hukum, dan wartawan.
Melalui forum diskusi hukum tersebut, FORSIMEMA-RI berharap dapat terbangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai persoalan hukum dan peradilan, sekaligus memperkuat transparansi informasi publik dalam mengawal penegakan hukum yang bersih dan berintegritas di wilayah hukum PN Makassar Kelas 1A Khusus.
Hakim, Penulis, dan Penggiat Literasi
Syamsul juga menyoroti latar belakang Safri Abdullah yang dinilainya cukup unik. Selain berkarier sebagai hakim, Safri dikenal sebagai penulis yang telah melahirkan sejumlah buku. Ia juga kerap menjadi penceramah, narasumber, serta memberikan kuliah dalam berbagai forum, termasuk Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan lingkungan perguruan tinggi.
Sebelum dipercaya menjadi pimpinan pengadilan, Safri juga pernah beberapa kali mendapat tugas sebagai humas di sejumlah Pengadilan Negeri.
Pengalaman tersebut, menurut Syamsul, menjadi modal penting dalam membangun komunikasi publik dan hubungan kelembagaan yang sehat dengan media.
Dalam suatu kesempatan, Safri bahkan pernah menyitir pandangan Thomas Jefferson, mantan Presiden Amerika Serikat, mengenai pentingnya pers bagi kehidupan sebuah negara.
Bagi FORSIMEMA-RI, pandangan tersebut menunjukkan bahwa pers memiliki posisi penting dalam membangun keterbukaan informasi, mengawal kehidupan demokrasi, serta menjadi bagian dari ekosistem pengawasan publik terhadap lembaga negara.
Karena itu, FORSIMEMA-RI berharap sinergi yang mulai terbangun bersama PN Makassar melalui program Coffee Morning dapat berkembang menjadi model percontohan (piloting) kolaborasi positif antara insan pers dan lembaga peradilan di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap forum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan dialog yang produktif. Pers dan lembaga peradilan memiliki ruang masing-masing, tetapi keduanya dapat bersinergi untuk menghadirkan informasi hukum yang benar, transparan, dan mencerdaskan masyarakat,” pungkas Syamsul Bahri. (Man)














