Bachtiar Adnan Kusuma, Mengingatkan Tetralogi Bung Karno dan Ekoliterasi di Tanah Harapan Mangkoso

0
37
- Advertisement -

PINISI.co.id- Tokoh Literasi dan Aktivis Perbukuan Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, kembali mengingatkan Tetralogi literasi Bung Karno di Launching Tanah Harapan Mangkoso yang berada di Burancie, Kabupaten Barru, Sabtu malam,  22 Agustus 2026.

Kegiatan yang diprakarsai Founder Tanah Harapan Mangkoso, Rusman juga menghadirkan aktivis lingkungan Iwan Dento selaku pembicara dihadiri aktivis mahasiswa, lingkungan, akademisi, pegiat literasi, mahasiswa KKN Unismuh Makassar dan Universitas Habibie.

Bachtiar Adnan Kusuma di prolog pengantarnya, memberi apresiasi tinggi kepada penggagas Tanah Harapan Mangkoso, Rusman yang telah memiliki inisiatif dan kepedulian memadukan lingkungan dan literasi yang lebih tepat disebut Ekoliterasi.

Menurut Tokoh Penerima Penghargaan Tertinggi Perpustakaan Nasional RI, Parmusi Award, Literasi Mosque Award dan Penerima Penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan selaku Tokoh Pendidikan ini, rerata tokoh-tokoh pemimpin Nasional dimulai dari kebiasaan dan kecintaaannya membaca dan menulis. Sebut, misalnya Presiden Soekarno sejak kecil telah menganut Tetralogi Literasi.

Apa Tetralogi Literasi Soekarno? Pertama, kata BAK sejak lahir 1901, Soekarno telah memiliki mimpi besar membebaskan bangsanya dari penjajahan Belanda.

” Mimpi besar Soekarno memerdekan bangsa Indonesia inilah menjadi asa besar terus menerus berjuang melalui orasi dan penanya” kata Ketua GPMB Maros ini.

Dan kekuatan terbesar Soekarno karena memiliki kecakapan literasi yang tinggi dengan menjadi manusia kutu buku. Buktinya, kata BAK, Soekarno menulis pledoi setebal 143 halaman dengan mengutip 60 judul buku, 118 catatan kaki dan menggunakan tujuh bahasa dalam menyampaikan pledoinya di Pengadilan Belanda berjudul “Indonesia Menggugat”.

Ketiga, Bung Karno kata BAK memiliki determinasi atau tekad yang kuat yaitu sekali merdeka tetap merdeka.
Keempat, konstribusi nyata Bung Karno terhadap bangsanya luar biasa. ” Inilah tetralogi kebesaran Bung Karno yang terus membumi dan menjadi aset bangsa Infonesia” tegas Penulis buku ratusan tokoh-tokoh Nasional dan lokal ini.

Karena itu, BAK menegaskan selain figur Bung Karno manusia literasi, juga Bung Hatta, Tan Malaka, Buya Hamka. Keempat tokoh ini, lanjut BAK menjadi figur sentral terutama memajukan lingkungan dan literasi.

Karena itu, aktivis lingkungan seperti Iwan Dento, Rusman adalah figur yang memberi pemahaman dan kesadaran tentang lingkungan serta interaksi manusia dengan alam, menjadi semakin penting dalam konteks perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin nyata.

Dalam era modern ini, kata BAK tantangan yang kita hadapi adalah membangun kesadaran kolosal lingkungan dengan pendekatan literasi dan pemahaman yang baik tentang ekologi menjadi kunci untuk menciptakan solusi berkelanjutan.

” Kami berharap dengan gagasan Rusman mendirikan Rumah di Tanah Harapan bisa menjadi pelecut awal bangkitnya literasi berbasis hijau dan literasi santri di Bumi Mangkoso, Barru, selamat” kunci Bachtiar Adnan Kusuma. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here