PINISI.co.id- Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (BPN KKTP) resmi memulai rangkaian kegiatan Semarak Ramadhan 1447 H melalui kegiatan Kultum daring yang digelar via Zoom Meeting pada Ahad pagi, 22 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari diaspora Takalar dan jejaring KKSS di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Ketua Umum BPN KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebagai penanda dimulainya rangkaian Semarak Ramadhan tahun ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadhan 1447 H merupakan pelaksanaan kedua sejak dimulai pada tahun 2025.
“Tahun ini, Semarak Ramadhan menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni kultum yang digelar dalam tiga sesi setiap Ahad pagi pukul 07.00 WIB, kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, serta Halal bi Halal sebagai puncak kegiatan,” ujar Tetta Lewa, sapaan akrabnya.
Ia berharap warga diaspora Takalar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan memetik hikmah dari setiap tausyiah yang disampaikan para ustadz. “Semoga seluruh rangkaian ini membawa keberkahan dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” tutupnya.
Sebelum sambutan Ketua Umum, acara diawali dengan pemutaran Lagu Indonesia Raya dan Mars KKTP, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an Q.S. Al-Ma’idah ayat 76–79 yang dibacakan oleh Mushawwir Zaki Abdillah, Qori nasional asal Takalar, juara I MTQ Sulawesi Selatan 2022, perwakilan Sulsel pada MTQ Nasional di Banjarmasin 2022, serta duta Indonesia pada MTQ Internasional di Ethiopia tahun 2025. Mushawwir merupakan santri Pesantren PPTQ Al Iman Al Jazari Takalar.
Kultum dipandu oleh Qashar Iqra Zayyan, mahasiswa President University, dengan menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. Muh. Ridwan Yahya Dg Pata, LC, Ketua Bidang Dakwah MUI DKI Jakarta dan Sekretaris Dewan Pembina Jaringan Alumni Timur Tengah. Dalam kajiannya yang bertema “Meluruskan Kekeliruan dalam Memahami Praktik Beragama”, Ustadz yang akrab disapa Ustadz Umry ini menekankan pentingnya kearifan dalam menyikapi perbedaan pemahaman di tengah umat Islam.
“Perbedaan dalam memahami praktik keagamaan adalah hal yang wajar. Karena itu, umat Islam tidak boleh mudah saling menyalahkan, apalagi mengkafirkan. Dibutuhkan kebijaksanaan dan sikap saling menghormati,” tegasnya.
Suasana semakin interaktif saat sesi tanya jawab yang dipandu Dr. drh. Tri Isyani Tunggadewi, M.Si, dosen IPB University. Berbagai pertanyaan peserta dijawab dengan lugas disertai dalil Al-Qur’an dan hadis, termasuk isu perbedaan awal Ramadhan, pelaksanaan qunut, serta shalat tarawih. Antusiasme peserta membuat acara berlangsung hingga pukul 09.30 WIB atau selama dua setengah jam.
Kegiatan sesi pertama ditutup oleh Sekretaris Jenderal BPN KKTP, A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh diaspora Takalar, jaringan KKSS dari Papua, Sulawesi Tengah, Kalimantan, pengurus Pilar Barru dan Luwu Raya, guru besar dari UNM, UI, dan IPB, Ketua Apdesi Takalar, Dewan Penasihat, Dewan Pakar, pengurus KKTP, serta warga Takalar di berbagai daerah.
“Sebagai apresiasi, tiga partisipan yang mengajukan pertanyaan mendapatkan doorprize. Kami mengundang seluruh warga diaspora untuk kembali mengikuti Kultum Semarak Ramadhan sesi kedua pada Ahad mendatang dengan topik yang tidak kalah menarik,” pungkasnya. (Lif)












