BUMN Berbenah: Dorong Tempat Kerja Ramah Keluarga dan Bersih-Bersih Tata Kelola Keuangan

0
70
- Advertisement -

PINISI.co.id- Transformasi besar tengah berlangsung di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di satu sisi, sebanyak 12 BUMN ditetapkan sebagai pelopor tempat kerja ramah keluarga guna memperkuat kesetaraan gender dan kesejahteraan pegawai. Di sisi lain, BP BUMN bersama Danantara juga melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola dan laporan keuangan perusahaan pelat merah demi menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.
Langkah tersebut menunjukkan arah baru transformasi BUMN, bukan hanya mengejar kinerja bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang sehat, inklusif, serta tata kelola yang bersih dan berkelanjutan.

Sebanyak 12 BUMN resmi diperkenalkan sebagai First Movers Tempat Kerja Ramah Keluarga di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat partisipasi perempuan di dunia kerja melalui kebijakan yang mendukung pengasuhan, kesehatan mental, fleksibilitas kerja, hingga keseimbangan kehidupan kerja.

Inisiatif itu hadir di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan pada 2024 berada di angka 56,42 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 84,66 persen.

Selain itu, data The Australia-Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) tahun 2018 mencatat sekitar 1,7 juta perempuan usia 20–24 tahun berhenti bekerja karena menikah atau memiliki anak.

Ke-12 BUMN tersebut sebelumnya mendapatkan pendampingan selama enam bulan melalui program WEPs Corporate Action Lab (WEPsCAL) yang diinisiasi UN Women dan didukung Pemerintah Australia.

Senior Director Human Capital Talent Management and Culture PT Danantara Asset Management, Wiwik Wahyuni, mengatakan transformasi budaya kerja harus diwujudkan melalui sistem dan praktik kerja sehari-hari.

“Danantara Respectful and Inclusive Workplace Playbook merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya kerja yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di lingkungan BUMN,” ujarnya.

Sementara itu, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN, Ulziisuren Jamsran, menilai langkah BUMN tersebut akan memberi dampak luas terhadap dunia kerja nasional.

“Ketika BUMN memimpin transformasi menuju tempat kerja ramah keluarga, dampaknya melampaui kebijakan internal perusahaan. Ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kesetaraan gender adalah fondasi peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja,” katanya.

Ketua Umum Interim Srikandi Danantara, A.A.A. Indira Pratyaksa, menambahkan bahwa tempat kerja yang mendukung kesejahteraan pegawai akan memperkuat keberlanjutan talenta dan kinerja organisasi.

Program tersebut menghasilkan empat solusi utama, yakni penguatan cuti ayah dan keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan, dukungan kesehatan mental dan fleksibilitas kerja, penyediaan infrastruktur pengasuhan seperti daycare dan ruang laktasi, serta penguatan kepemimpinan perempuan dan dukungan bagi caregiver.

Solusi-solusi tersebut diperkirakan menjangkau sedikitnya 15.000 pegawai BUMN. Di tengah upaya membangun budaya kerja yang inklusif, Danantara bersama BP BUMN juga tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap laporan keuangan dan tata kelola perusahaan pelat merah.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proses pembersihan buku keuangan dan penyelesaian impairment atau penurunan nilai aset menjadi prioritas sebelum laporan keuangan Danantara dipublikasikan.
“Kita sedang bereskan buku-buku semua. Impairment kita rapihkan dulu,” ujar Dony kepada wartawan di sela kunjungannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2026).

Menurut Dony, transformasi total di tubuh BUMN merupakan langkah yang tidak bisa ditawar agar pengelolaan aset negara menjadi lebih transparan dan profesional.

“BUMN harus berubah, harus bertransformasi menjadi lebih transparan dikelola menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan keuangan BUMN selama ini banyak dipicu praktik financial engineering, investasi yang digelembungkan, keteledoran manajemen, hingga tindakan fraud.
“Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam memanage atau rugi karena fraud,” katanya.

Akibat lemahnya tata kelola tersebut, nilai impairment aset BUMN pada tahun ini disebut mencapai hampir Rp100 triliun. Selain itu, sektor dana pensiun BUMN juga menghadapi potensi gagal bayar yang nilainya mencapai sekitar Rp50 triliun.
“Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure kita dana pensiun kurang lebih Rp50 triliun,” ungkap Dony.

Karena besarnya persoalan yang dihadapi, Danantara memilih melakukan audit mendalam dan penataan ulang pencatatan aset sebelum laporan keuangan difinalisasi.

Melalui langkah konsolidasi dan pembenahan tersebut, Danantara berharap dapat membangun fondasi baru BUMN yang lebih sehat, transparan, inklusif, dan berkelanjutan, baik dalam aspek tata kelola perusahaan maupun kesejahteraan sumber daya manusia. (Syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here